Maksud Hati Berfoto Wisata di Danau Rakihan, Dua Pelajar Tewas Tenggelam

OKUS | Koranrakyat.co.id — Maksud hati ingin berfoto di atas Lanting (semacam rakit kecil), dua perempuan seusia pelajar SMP, malah menemui ajalnya. Peristiwa mengejutkan itu terjadi di lokasi wisata Danau Rakihan Desa Ulu Danau Dusun XII Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan, Jumat (31/7/2020). Mereka ditemukan warga setelah tenggelam di danau tersebut.

Kedua gadis belia yang malang ini adalah Halimah Binti Rapidi (16 Tahun), Warga Desa Tanah Pilih Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan dan Tri Lestari Binti Hartoyo (16 Tahun), warga Desa Pecah Pinggan Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan.

Jenazah para korban dilarikan ke rumah sakit

Sebagaimana laporan Kapolsek Pulau Beringin kepada Kapolres OKU Selatan, kronologis kejadian bermula ketika dua korban bersama sejumlah rekannya yang lain, seusai shalat Ied, bermaksud berwisata di danau tersebut.

Tiba di lokasi danau, kedua korban dan rekannya yaitu, Mila Yuda Lestari Binti Sasli, Natasya Aulia Binti Kurung, Nipi Anjelia Binti Harun, dan Wulandari Binti Sinin, hanya melihat lihat pemandangan danau dari atas. Setelah bosan berada di atas perbukitan di dekat danau tersebut, sekitar pukul 09.20 Wib, mereka turun ke bawah mendekati danau tersebut.

Kebetulan di tepi danau ada Lanting atau rakit kecil terbuat dari rangakaian bambu. Lalu korban Tri Lestari mengajak temannya Halamiah dan Mila untuk berfoto-foto di atas lantung tersebut. Sementara rekannya yang lain, tidak tertarik untuk ikut.

Korban Tri Lestari lantas naik ke Lanting tersebut, disusul kemudian oleh Halimah. Selanjutnya, Mila mencoba menyusul menginjakkan kakinya di atas Lanting tersebut. Saat itu Mila sempat ragu sambil berkata: tidak baik kalau naik lanting ini bertiga. Namun ucapan itu tak dianggap olah Tri Lestari dan Halimah, yang sudah duluan berdiri di atas lanting tersebut.

Mila pun lantas naik ke lanting tersebut, namun diluar dugaannya tiba-tiba lanting itu bergerak maju ke arah tengah danau, seperti ada yang mendorongnya. Karuan saja Mila, Halimah dan Tri Lestari mendadak panik. Mila kemudian meloncat ke air, sambil berteriak agar Halimah dan Tri juga segera meloncat.

Namun teriakan Mila tak direspon cepat oleh kedua korban. Bahkan ketika lanting itu terus bergerak hanyut ke tengah, keduanya masih tetap di atas lanting sambil kebingungan. Mila sendiri berusaha berenang ke tepi danau dan ia berhasil ditolong oleh rekannya yang lain, yakni Nipi dan Natasya, dengan sepotong bambu yang dijulurkan, lantas ditarik ke tepi danau tersebut.

Dari tempain danau, Mila dan rekannya masih berteriak agar Halmiah dan Tri Lestari segera meloncat, dan akhirnya keduanya menceburkan diri sambil mengangkat tangan berteriak meminta tolong. Tapi malangnya, keduanya malah tenggelam dan tak muncul lagi ke permukaan.

Saat itu Mila langsung memutuskan menceburkan diri berusaha menolong kedua korban, namun tidak berhasil. Bahkan Mila sendiri hampir tenggelam. Selanjutnya, Mila menyuruh Nipi dan Natasya untuk mencari bantuan dan Mila sendiri masih terus berusaha menjulurkan bambu untuk menolong kedua korban.

Sekitar 30 menit kemudian barulah datang puluhan warga, disusul beberapa aparat kepolisian dari Polsek Pulau Beringin yang ikut menyelam di danau tersebut mencari para korban.

Selanjutnya sekitar pukul 11.30 Wib, korban Halimah berhasil ditemukan di danau tersebut pada kedalaman kurang lebih 4 meter oleh seorang warga bernama Sustan Bin M.Soleh. Sementara Tri lestari ditemukan sekitar dua jam kemdian, yakni sekitar pukul 13.30 Wib. Korban ditemukan Jhon Sariandi pada kedalaman sekitar 6 meter dengan tubuh yang sudah kaku.

Sebenarnya saat ditemukan, nadi korban halimah masih berdenyut, meski tubuhnya pingsan. Tim medis yang juga disaksikan oleh polisi berusaha melakukan penyelamatan, namun sayangnya tidak berhasil, korban halimah meninggal dunia sekitar waktu 12.30 Wib, sebelum sempat sampai ke rumah sakit. Sedangkan korban Tri lestari sudah meninggal dunia saat ditemukan.

Jenazah kedua korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk divisum. Sementara sejummah rekan korban dimintai keterangan oleh pihak kepolsian sebagai saksi. Selain itu Kapolsek juga memberikan bantuan berupa beras untuk berbelasungkawa kepad akeluarga para korban. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *