Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60, Kajari OI dan Ormas Sukoi Gelar Penyuluhan Hukum

OKI | Koranrakyat.co.id – Kejaksaan Negeri Ogan Ilir bersama Biro Bantuan Hukum Organisasi Masyarakat Sukarelawan Kabupaten Ogan Ilir (BBH-SUKOI), dan Media Agung Post, Sabtu (25/07/2020), menggelar penyuluhan hukum gratis bagi masyarakat sejumlah jurnalis. Kegiatan yang bersempena dengan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60, merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya penegakan hukum sekaligus menekan angka kejahatan di Ogan Ilir.

Owner Agung Post Group, HM Syarifuddin Basrie, S.IKom, dalam sambutan pembukaan kegiatan yang berlangsung di Griya Media Agung Post Indralaya ini, menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Ilir, Adi Tyogunawan, SH MH, yang didampingi, Efan Apturedi Kasi Intel Kejaksan OI, dan Drs H Iklim Cahya MM Dewan Penasehat PWI OI, Kordinator Advokat BBH Ormas Sukoi, Willian Brahmanah SH, yang bersedia menjadi nara sumber dan keynote speaker kegiatan ini.

Kajari Ogan Ilir, Adi Tyogunawan dalam pencerahanya menyampaikan, bahwa semua orang mempunyai hak untuk berkomunikasi dan hak untuk mendapatkan informasi, sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang infornasi publik.

Kemudian dalam UU tersebut juga diatur mengenai informasi yang tidak boleh disebarluaskan karena dapat menghambat proses penegakan hukum itu sendiri. Misalnya informasi yang hanya dapat dibuka oleh penegak hukum semata mata untuk penegakan hukum di pengadilan.

”Aritnya meski ada hak setiap warga negara, namun tidak semua informasi itu bisa diakses secara bebas oleh publik. Karen aitu hal-hal semcam ini, perlu diketahui oleh masyarakat termasuk jusnalis. Apalagi jika informasi itu sangat berkaitan dengan “kebutuhan” awak media atau wartawan ketika ingin memperoleh informasi, jangan sampai tidak memahami akan hal ini,” ujar Adi Tyogunawan.

Dalam acara penuh kekeluargaan ini juga berlangsung dialog interaktif langsung yang dimoderatori HM Syarifuddin, Dalam penjelasan Adi Tyogunawan ketika menjawab pertanyaan dari pemuda pelajar, yang mengaku bernama M Agung, bagaimana menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat, mahasiswa S3 Tyo Gunawan menjelaskan, kesadaran hukum itu dimulai dari diri kita sendiri contohnya berperilaku jujur. jika itu dilakukan, maka lambat laun akan berpengaruh kepada keluarga, kelingkungan serta masyarakat nantinya, jelasnya.

Sementara Drs H Iklim Cahya MM memberikan pengertian, materi bahasan kode etik jurnalistik serta UU 40 dan Mantan Ketua DPRD OI yang juga wartawan senior mengatakan, kalo dulu orang-orang yang dapat menjani profesi wartawan adalah orang pilihan.

Dan ada beda wartawan profesional dan wartawan kartu, katanya disela kegiatan pada “ap-news”. Wartawan profesional bukan lama pegang kartu, tapi karena bobot beritanya walaupun sosial kontrol tapi disana ada sisi mendidiknya bahkan bisa jadi hiburan pembacanya,” tandas Iklim Cahya.

Sesi terakhir sebelum berbagai masukan tentang hukum dan tugas tanggung jawab paralegal Koordinator Advokat BBH Ormas Sukoi, Willian Brahmanah Putra SH, juga menyampaikan materinya.

Juga ada kesempatan Kasi Intel Kejaksaan Efan, dia mengaku banyak berteman dengan yang mengaku wartawan. Informasi mereka saya tampung, ada juga oknum yang sengaja mengajak bermain-main dengan data mentah yg mereka bawa. Tapi saya hanya tersenyum seraya cerahkan dengan pengertian bahwa itu perbuatan tidak terpuji dan berdosa.Akhirnya mereka tahu kalau saya tidak suka bermain-main dalam tugas saya, ungkap Kasi Intel Kejaksaan ini menutup pencerahannya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *