Dampak Imbauan Tak Keluar Rumah, PWNU Sumsel Minta Pemerintah Bantu Kebutuhan Warga Miskin

PALEMBANG | Koranrkayat.co.id — Ketua Tanfidziyah PWNU Sumsel, KH Amiruddin Nahrawi, mengajak seluruh umat agar mematuhi imbauan pemerintah baik pusat maupun daerah, untuk tidak keluar rumah, guna mencegah penyebaran virus corona yang hingga kini terus merebak.

Pernyataan itu disampaikan Cak Amir, panggilan akbrab KH Amiruddin Nahrawi, melalui wawancara awak media di kediamannya, Rabu (25/3/2020). Ia juga mengajak umat muslim tetap berikhtiar dan berdoa, agar bencana wabah corona ini, bisa berakhir secepatnya. ”Tugas kita adalah berusaha, bagaimana hasilnya itu kententuan Allah,” ujar Cak Amir.

Selain itu, Cak Amir juga mengingatkan pemerintah daerah, baik gubernur, bupati dan walikota, di Sumatera Selatan agar memperhatikan dampak dari imbauan ini bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi. Jangan sampai, imbauan atau larangan keluar rumah ini justru menimbulkan masalah baru.

Bagi orang yang mampu dan memiliki penghasilan tetap, mungkin berdiam diri di rumah tidak masalah. Tapi bagi masyarakat yang hanya mengandalkan penghasilan dari bekerja harian. Tentu ini tidak mudah bagi mereka.

”Satu dua hari mungkin, mereka bisa tidak kemana-mana, tapi kalau sudah berminggu-minggu, tentu akan menjadi masalah buat mereka. Karena itu pemerintah harus mencarikan solusi. Hal ini penting agar imbauan tak boleh keluar rumah itu bisa berjalan sepenuhnya.

Dampaknya, jika imbauan ini hanya ditaati oleh sebagian masyarakat saja, maka upaya bersama untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini menjadi sia-sia.

Menurut Cak Amir, jika bicara kepatuhan, saat ini seluruh warga masyarakat di Sumsel, sudah memahami pentingnya berdiam diri di rumah demi menjaga keselamatan keluarga. Masyarakat juga tahu akibat fatal akan terjadi, jika mengabaikan imbauan ini. Namun, jika kebutuhan keluarga menjadi terancam, sudah pasti warga akan keluar rumah mencari nafkah sebagaimana sebelumnya.

Karena itu. lanjut Cak Amir, upaya mengatasi penyebaran virus corona ini, tidak cukup hanya dengan melakukan penyemprotan disinfektan, menyiapkan rumah sakit, dan menutup tempat-tempat keramaian. Lebih dari itu perlu ada solusi bagi masyarakat, terutama yang tidak memiliki penghasilan tetap, seperti buruh kasar, pedagang kaki lima, pejualan makanan dan lainnya.

Solusi dimaksud, menurut Cak Amir, misalnya dengan melakukan pendataan masyarakat kurang mampu di semua wilayah. Kemudian melalui kepala daerah masing-masing, disebarkan bantuan Sembako. ”Jadi upaya pencegahan penyebaran virus bisa terlaksana dengan baik, sementara kebutuhan ekonomi masyarakat miskin yang terdampak, juga terpenuhi,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *