Banyak Korban Tsunami Selat Sunda Terjebak Reruntuhan

JAKARTA | Koranrakyat,co.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan banyak korban akibat tsunami yang melanda Selat Sunda yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan material.

Oleh karena itu, pemerintah mengerahkan ribuan personel yang turun masih berfokus melakukan evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan personel yang dikerahkan dalam evakuasi bencana tersebut merupakan gabungan dari beberapa instansi pemerintah ditambah dengan relawan dari masyarakat.

“Sementara penanganan darurat saat ini dipimpin oleh kepala daerah setempat,” kata Sutopo dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia di Jakarta pada Senin (24/12).

Untuk melakukan evakuasi di lokasi-lokasi tersebut, BNPB mengerahkan alat berat seperti tujuh unit excavator, 12 unit dump truck, dan 2 unit loader. Dalam mobilisasi ke lokasi bencana BNPB mengerahkan 1 unit excavator, 1 dozer, 1 loader, 1 grader, 2 tronton, dan 4 dump truck.

Meski demikian jumlah alat dan personel ini nilai masih kurang mengingat panjang dan luasan wilayah yang terdampak bencana. Selain fokus melakukan pencarian sejumlah pos kesehatan, dapur umum, dan pengungsian telah didirikan. “Bersamaan dengan itu bantuan logostik terus disalurkan,” ujar Sutopo.

Simpati Dunia

Musibah tsunami yang melanda Selat Sunda tak ayal menghadirkan duka mendalam bagi berbagai pihak. Tidak terkecuali dari para pemimpin dunia yang menyampaikan ucapan duka sekaligus menawarkan bantuan kepada Indonesia.

PM India Narendra Modi mengaku sedih dengan musibah tsunami yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik parah di Lampung dan Banten. “Belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan semua yang terluka lekas pulih. India siap membantu,” tulis Modi di akun Twitter resminya seperti dikutip, Senin (24/12/2018).

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Indonesia Joko Widodo terkait tsunami yang melanda Selat Sunda. Demikian keterangan Kremlin seperti dikutip kantor berita TASS, Senin (24/12/2018).

“Rusia berbagi kesedihan dengan negara sahabat, yaitu Indonesia. Saya meminta Anda menyampaikan simpati dan dukungan yang tulus kepada kerabat dan rekan yang meninggal dunia akibat musibah tersebut. Kami berharap situasi segera pulih kepada semua yang terdampak bencana alam ini,” kata Putin.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi di Selat Sunda. “Hari yang sangat sulit bagi teman-teman kami di Indonesia. Rasa duka cita kami kepada semua yang kehilangan orang yang mereka cintai. Seperti biasa, kami siap memantu sesuai kebutuhan,” tulis Morrison di akun Twitter resminya.
Baca:

Tsunami melanda Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Ahad (23/12/2018) pukul 16.00 WIB, sebanyak 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang.

Sedangkan kerusakan fisik meliputi 556 unit rumah rusak, sembilan unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, dan 350 kapal/perahu rusak. (cnbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *