6 November 2026

Jelang Pilkades Serentak, 166 Desa di Wonosobo Deklarasikan Komitmen Damai

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama jajaran aparat keamanan dan para calon kepala desa menggelar deklarasi damai. Kesepakatan tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjaga kerukunan, mencegah konflik, serta memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung aman dan tertib di 166 desa penyelenggara.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa seluruh tahapan Pilkades harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia meminta masyarakat tidak sekadar menandatangani deklarasi damai, tetapi juga benar-benar menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat selama proses pemilihan berlangsung.

“Mari bersama-sama apa yang sudah ditandatangani, kita sepakati. Kesepakatan damai ini kita laksanakan di tengah-tengah masyarakat di 166 desa di Kabupaten Wonosobo yang melaksanakan Pilkades,” ujar Afif pada Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, Pilkades seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan, bukan justru memunculkan perpecahan di tengah warga. Ia berharap seluruh proses berlangsung dengan suasana yang menyenangkan dan menjunjung tinggi persaudaraan. Selain itu, kontestasi tersebut diharapkan menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas, berintegritas, serta mampu menjalankan amanah masyarakat. Terkait kemungkinan munculnya gesekan, ia memastikan aparat keamanan bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah antisipasi.

Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, menegaskan bahwa upaya pengamanan dan pencegahan konflik tidak hanya difokuskan pada desa yang masuk kategori rawan. Seluruh desa penyelenggara Pilkades akan mendapatkan perhatian melalui pendekatan preemtif, salah satunya dengan mengintensifkan cooling system atau upaya menciptakan suasana sejuk di tengah masyarakat.

“Tidak hanya 26 desa atau 27 desa yang kami anggap rawan, namun ke-166 desa kami anggap semua sebagai medan pencegahan. Jadi kita medan pencegahan untuk memberikan pesan-pesan yang menyejukkan,” terang AKBP Ricky.

Ia menyebut keberhasilan pengamanan membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari kepolisian, Kodim, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan para calon kepala desa. Kolaborasi lintas sektor tersebut telah dibangun untuk memastikan setiap tahapan pemilihan berjalan tertib sekaligus mencegah potensi konflik sejak dini.

Komitmen menjaga suasana damai juga disampaikan salah satu calon kepala desa di Desa Jengkol, Kecamatan Garung, Asro. Bersama empat kandidat lainnya, ia menyambut positif deklarasi damai yang digagas pemerintah daerah. Ia menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan, termasuk masa kampanye hingga hari pemungutan suara, dengan tetap menjaga komunikasi dan hubungan baik antarkandidat maupun masyarakat.

“Insya Allah kita selalu koordinasi, selalu memberikan arahan-arahan yang positif, edukasi, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ungkap Asro.

Pemkab Wonosobo berharap penyelenggaraan Pilkades di 166 desa pada 25 November mendatang dapat berlangsung aman dan tertib. Lebih dari sekadar menentukan pemimpin baru, proses demokrasi tersebut diharapkan tetap menjaga persatuan warga meskipun memiliki pilihan yang berbeda. (Aris)