3 November 2026

Perantau Bukittinggi Agam Se-Indonesia Satukan Semangat Peduli Kampung Lewat Organisasi Nasional

KoranRakyat.co.id —-Hampir 500 tokoh masyarakat perantau yang berasal dari Kabupaten Agam dan  Kota Bukittinggi Sumatara Barat dari berbagai pelosok tanah air — 12 provinsi se-Indonesia berjasil satukan semangat peduli kampong dan anak rantau lewat organisasi nasional. Kesepakatan itu lahir saat silaturrahmi perantau Bmkitinggi Agam sedikitnya dari 12 provinsi di  gedung Blandongan Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (1/11/2026).

Dilatarbelakangi kerinduan dan peduli terhadap kampung halaman dan semangat memperkuat persaudaraan menjadi energi utama dalam pertemuan tokoh masyarakat perantau Agam-Bukittinggi-Agam dalam silaturrahmi  yang penuh rasa kekeluargaan.

Hampir 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri pertemuan tersebut. Mereka terdiri atas tokoh adat, pejabat pemerintahan, politisi, pengusaha, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat perantauan.

Tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, pertemuan yang diinisiasi panitia tersebut juga menjadi momentum menyatukan gagasan dan kekuatan masyarakat Bukittinggi-Agam Sumatera Barat. Silaturrahmi diisi dengan  salah satu agenda strategis yang mengemuka adalah pembentukan wadah bersama yang dapat menghimpun potensi perantau pada tingkat nasional hingga internasional.

Di antara tokoh yang hadir terdapat Mantan anggota DPR RI Drs H Guspardi Gaus – Inspirator yang sangat mendukung gagasan yang “Tabasuik” dari Bumi Sriwijaya. Hadir juga Dr. H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang saat ini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

ist

Ferry Taslim juga merupakan Penghulu Adat Minangkabau atau Niniak Mamak dari Suku Melayu, Jorong Padang Cantiang, Kanagarian Kapau, Kabupaten Agam. Kehadirannya menjadi salah satu representasi pentingnya menjaga hubungan antara masyarakat perantauan dengan akar adat dan budaya di ranah Minangkabau.

Dihadiri Tokoh Penting

Pertemuan yang sudah lama dirindukan dan ditunggu-tunggu dan dicita-citakan sejumlah tokoh  nasional juga dihadiri sejumlah figur penting dari berbagai latar belakang.

Di antaranya Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM. Dt. Tan Batuah; anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Nofrizon, S.Sos., M.M.; tokoh nasional Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si.; Direktur Utama PT Bank Nagari Gusti Candra; serta tokoh adat Maninjau, Dt. Mangkuto.

Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., Dt. Marajo, diwakili Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Jakarta, Aschari Cahyaditama.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi H. Muhammad Ramlan Nurmatias, S.H., Dt. Nan Basa, diwakili Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.T.P. JelajahiKota

Selaku tuan rumah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan diwakili Wakil Wali Kota H. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars sekaligus memberi kata sambutan. Hadir juga mantan Wakil Wali Kota Bukittinggi periode 2021–2025, H. Marfendi, Dt. Basa Balimo yang dari awal ikut menyemangati berdirinya wadah organisasi perantau Luhak Agam –baca Agam Bukittinggi. JelajahiKota

Satukan Potensi Perantau, Perkuat Kontribusi untuk Ranah

Diantara pokok bahasan penting  yang mendapat perhatian adalah rencana membentuk organisasi atau wadah bersama sebagai rumah besar masyarakat Agam-Bukittinggi di perantauan, termasuk nama organisasi, ketua yang dipilih.

Karena dalam sesi Pleno begitu banyak ide dan nama yang muncul dari berbagai alasan, akhirnya pimpinan pleno menyepakati usul dari perantau asal Sumsel agar forum menampung seluruh usulan nama, dan  akan dikonsultasikan dengan pihak Kemenkumham soal nama.

Pusat Komunikasi dan Koordinasi

Wadah yang baru terbentuk diharapkan tidak hanya menjadi pusat komunikasi dan koordinasi, tetapi juga mampu menghubungkan berbagai potensi masyarakat perantau untuk membangun kerja sama di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan daerah.

Gagasan ini dinilai penting mengingat masyarakat Agam-Bukittinggi memiliki jaringan luas dengan latar belakang profesi, kapasitas, dan pengalaman yang beragam.

Jika dikelola melalui koordinasi yang baik, kekuatan tersebut dapat menjadi modal sosial yang produktif, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara perantau, pemerintah daerah, dan masyarakat di kampung halaman.
Bagi masyarakat Minangkabau, merantau bukan berarti memutus hubungan dengan ranah. Sebaliknya, keberhasilan di tanah rantau diharapkan menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi nagari dan masyarakat asal.

Nilai persaudaraan, adat, serta tanggung jawab terhadap kampung halaman menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan lintas generasi.

Melalui pertemuan nasional ini, masyarakat Agam-Bukittinggi diharapkan tidak berhenti pada momentum silaturahmi, tetapi mampu melahirkan kesepakatan, struktur, dan program nyata.

Dengan demikian, persatuan perantau bukan hanya menjadi simbol kebanggaan identitas, melainkan kekuatan bersama yang berkelanjutan untuk memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, dan Indonesia. (*)

Penggagas

ist

Drs H Noprizon BioMed Dt Mangkuto Rajo, Ketua PERKAB Sumsel, salah satu penggagas berdirinya wadah nasional Perantau Agam Bukittinggi dalam kata  sambutannya mengungkapkan rasa bahagianya atas respon diberikan sejumlah tokoh masyarakat perantau, pejabat terkait yang terlihat hadir pada acara silaturahmi perantau.

“Pertemuan ko tidak hanya silatujrrahmi, tapi juga  merupakan ikhtiar kito basamo untuak mambangun gagasan gadang, yaitu manyatukan potensi, mamparkuat persaudaraan, jo mambuek wadah basamo bagi kasadonyo Rang Agam Bukiktinggi, di mano pun kito barado.”

Ditambahkan, “Sebagai urang nan ikut manggagas lahianyo organisasi Rang Agam Bukiktinggi, ingin kami sampaikan bahwa gagasan ko barangkek dari pamikiran nan sederhana, tetapi punyo cita-cita nan gadang. Kito barasa dari ranah jo kampuang halaman nan samo. Kito punyo akar sajarah, adat, budayo, jo nilai-nilai kahidupan nan samo. Namun, salamo ko potensi gadang nan kito punyai masih tasabuah di mano-mano. Balum sadoalahnyo tahimpun dalam satu wadah nan dapek manggerakkan kito basamo” ulas Dt Mangkuto Rajo dengan rasa optimis. (*)