600 Peserta Ikuti MTQ XXXII Wonosobo, Lima Cabang Lomba Dipertandingkan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Sebanyak 600 peserta dari 15 kecamatan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII Tingkat Kabupaten Wonosobo Tahun 2026. Ajang tersebut resmi dibuka Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di Pendopo Selatan Wonosobo, Senin (2/11/2026).
Mengusung tema “Tangguh Berakhlak, Menggemakan Al-Qur’an di Bumi Asri”, MTQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpeserta, tetapi juga sarana memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Wonosobo.
Bupati Afif Nurhidayat mengatakan, penyelenggaraan MTQ memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga perlu diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia.
Ia menilai, MTQ menjadi salah satu ruang untuk mendekatkan Al-Qur’an dengan kehidupan masyarakat, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak berhenti pada kegiatan membaca dan menghafal, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema ini mengajak kita semua menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang menuntun langkah masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Afif juga menyoroti capaian kafilah Wonosobo pada MTQ Nasional Tahun 2026. Wonosobo tercatat menjadi salah satu daerah penyumbang prestasi kejuaraan terbanyak bagi kontingen Jawa Tengah.
Sejumlah peserta asal Wonosobo berhasil meraih hasil membanggakan. Fifi Rahayu meraih Juara I Cabang Tilawah Dewasa, Syaula Zafira memperoleh Juara I Cabang Tilawah Anak-Anak, sedangkan Arina Husnayani meraih Juara III Cabang Kaligrafi Dekorasi.
Capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu untuk meningkatkan kualitas pembinaan peserta MTQ di tingkat daerah. Terlebih, Wonosobo memiliki potensi generasi muda yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Menghadapi agenda kompetisi pada 2027, Bupati meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Kementerian Agama, para camat, serta lembaga pendidikan Islam memperkuat pembinaan secara terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan calon peserta tidak boleh hanya dilakukan menjelang perlombaan. Program yang berkesinambungan diperlukan agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
Pemkab Wonosobo, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan pembinaan keagamaan dengan tetap memperhatikan prinsip transparansi, tanggung jawab, dan akuntabilitas.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Wonosobo Moh. Kristijadi dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ XXXII Tahun 2026 merupakan hasil Musyawarah LPTQ Kabupaten Wonosobo pada 23 September 2026.
Selain meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menggali potensi generasi muda sekaligus menyeleksi peserta terbaik untuk mewakili Wonosobo pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.
Tahun ini terdapat lima cabang yang diperlombakan, yakni Seni Baca Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, dan Seni Kaligrafi Al-Qur’an.
Cabang Seni Baca Al-Qur’an mempertandingkan golongan Tartil, Tilawah Anak-anak, Remaja, dan Dewasa. Sementara Hafalan Al-Qur’an meliputi golongan 1 Juz dan Tilawah, 5 Juz dan Tilawah, 10 Juz, 20 Juz, hingga 30 Juz.
Adapun cabang Fahm dan Syarh Al-Qur’an dilaksanakan secara beregu putra dan putri. Sedangkan Seni Kaligrafi Al-Qur’an mempertandingkan golongan Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, dan Kontemporer.
Perlombaan berlangsung di sejumlah lokasi, antara lain Pendopo Bupati, Pendopo Wakil Bupati, Masjid Jami’, Gedung KORPRI, Ruang Rapat DPRD, GOR PDAM, Arpusda, serta Ruang Rapat Mangunkusumo Setda Wonosobo.

Sebelum pelaksanaan, LPTQ bersama panitia telah menjalankan sejumlah tahapan persiapan. Mulai dari pendaftaran peserta secara daring melalui aplikasi e-MTQ, verifikasi dan validasi dokumen, masa sanggah, perbaikan administrasi, hingga technical meeting dan penetapan peserta pada 29 Oktober 2026.
Melalui penyelenggaraan MTQ XXXII ini, pemerintah berharap pembinaan Al-Qur’an di Wonosobo semakin kuat dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ, pemerintah kecamatan, lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, hingga para pembina.
Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti perlombaan dengan percaya diri, penuh semangat, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas. Peserta yang meraih juara diharapkan tidak cepat berpuas diri, sementara mereka yang belum memperoleh hasil terbaik diminta tetap bersemangat.
Setiap usaha dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an, menurutnya, merupakan bagian dari kemuliaan. Karena itu, MTQ diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi yang mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

