1 November 2026

Lestarikan Aksara Jawa Lewat Literasi, TBM Sanggar Aksara Resmi Hadir di Banjarnegara

BANJARNEGARA|KoranRakyat.co.id| – Pelestarian Aksara Jawa kini mendapat ruang baru di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara. Hal itu ditandai dengan diluncurkannya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sanggar Aksara, Minggu (1/11/2026).

TBM yang digagas Suryaningsih ini tidak hanya fokus pada budaya baca, tetapi membawa misi khusus mengenalkan kembali Aksara Jawa kepada anak-anak sebagai bagian dari identitas budaya.

Menurut Suryaningsih, anak-anak saat ini lebih akrab dengan gawai daripada warisan budaya sendiri. Karena itu, TBM Sanggar Aksara dirancang sebagai ruang belajar menyenangkan yang memadukan buku, kreativitas, dan pengenalan aksara tradisional.

“Kami ingin anak-anak cinta buku, tapi juga tidak lupa budayanya. Aksara Jawa kami kenalkan sejak dini lewat kegiatan yang mereka sukai, jadi tidak terkesan berat,” ujarnya.

Beragam kegiatan mewarnai rangkaian peluncuran. Mulai dari aktivitas mewarnai untuk anak, praktik membacakan nyaring (read aloud), hingga diskusi ringan tentang pengelolaan TBM yang melibatkan pegiat literasi setempat.

Ketua Forum TBM Kabupaten Banjarnegara, Indra Hari Purnama, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi. Ia menilai konsep yang diusung TBM Sanggar Aksara cukup unik dan relevan.

“Kalau TBM lain fokus di buku, Sanggar Aksara ini punya nilai tambah. Ada upaya nyata melestarikan Aksara Jawa. Ini yang membedakan. Literasi itu luas, tidak hanya baca-tulis, tapi juga literasi budaya,” kata Indra.

Ia menambahkan, setiap TBM di Banjarnegara diharapkan memiliki karakter masing-masing. Dengan karakter yang kuat, gerakan literasi akan lebih mudah diterima masyarakat dan tidak monoton.

Lebih lanjut, Indra berharap kehadiran TBM Sanggar Aksara dapat menjadi pemantik kolaborasi. Tidak hanya menjadi tempat pinjam buku, tetapi juga pusat kegiatan warga untuk belajar, berkreasi, dan membangun karakter anak tanpa ketergantungan gawai.

Dengan diresmikannya TBM tersebut, Desa Gumiwang kini memiliki wadah baru untuk penguatan literasi berbasis budaya lokal. Diharapkan, dari ruang sederhana ini lahir generasi yang gemar membaca sekaligus memiliki kebanggaan terhadap Aksara Jawa sebagai warisan leluhur. (dar)