Drajat Nurangkoso Maknai Pensiun Lewat Filosofi Sangkan Paraning Warna

BANJARNEGARA |KoranRakyat.co.id| – Bukan sekadar pameran lukisan, seniman Banjarnegara, Drajat Nurangkoso, memaknai masa pensiunnya sebagai perjalanan spiritual tentang asal dan tujuan hidup. Hal itu ia tuangkan dalam pameran tunggal bertema Sangkan Paraning Warna yang digelar di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara dari 25-31 Oktober 2026.
Drajat menjelaskan, tema tersebut diadaptasi dari ajaran Jawa Sangkan Paraning Dumadi. Baginya, warna memiliki siklus seperti manusia.
Ia membaginya ke dalam tiga fase. Pertama, Sangkan, mempertanyakan dari mana warna berasal. Kedua, Laku, yakni proses warna menjelma menjadi bahasa untuk berekspresi. Ketiga, Paran, yaitu kepulangan dirinya kembali ke dunia kesenian setelah lama menjadi musafir di dunia pendidikan.
Itu sebabnya, 60 lukisan yang ia pamerkan sengaja dibuat abstrak. Tidak lagi terjebak pada bentuk atau objek yang nyata.
“Selama 28 tahun jadi guru, pengalaman itu mengendap. Sekarang saatnya abstraksi yang bicara, bukan bentuk,” ungkapnya.
Pameran yang menampilkan 60 karya sesuai usianya yang ke-60 tahun ini sekaligus mengakhiri kevakuman pameran seni lukis di Kota Dawet Ayu. Tercatat sudah lebih dari satu dekade, di Banjarnegara tidak digelar pameran seni lukis. (drn)

