26 Oktober 2026

Jalan Pintas Kenalkan Pawukon dan Manuskrip dalam Lelana di Plobangan Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Jalan Pintas menggelar kegiatan Lelana bertajuk “Menapak Masa, Membaca Aksara” di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini mengajak peserta mengenali sejarah, ekologi, permukiman, dan kosmologi Jawa melalui penelusuran langsung di lingkungan setempat.

Ketua Komunitas Jalan Pintas, Pratika Indah, mengatakan Lelana bukan sekadar kegiatan jalan-jalan, melainkan cara mengenali cerita dan pengetahuan di balik setiap tempat yang dikunjungi.

“Jadi, kegiatan ini tidak cuma jalan-jalan, tetapi kita mengenali setiap tempat dan setiap sudutnya,” kata Indah.

Rangkaian kegiatan meliputi pembelajaran ekologi dan permukiman khas Jawa Tengah, khususnya Wonosobo, serta kunjungan ke Makam Ki Ageng Wonosobo. Dalam tradisi lokal, Ki Ageng Wonosobo dipercaya sebagai tokoh yang membuka wilayah Wonosobo. Makamnya menjadi salah satu situs yang berkaitan dengan sejarah dan tradisi masyarakat setempat. Di lokasi tersebut, peserta mempelajari ekologi pemakaman serta hubungan antara sejarah, mitos, fakta, dan ritus yang berkembang di masyarakat.

Perjalanan berlanjut ke Sendang Sampang, salah satu sumber mata air di Desa Plobangan. Selain dimanfaatkan dalam kehidupan masyarakat, air dari sendang ini juga diambil dan digunakan dalam ritual prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo. Peserta mempelajari sejarah, fungsi, dan pemanfaatan sendang tersebut, sekaligus menikmati jamu khas setempat.

Peserta juga mengikuti pembelajaran kosmologi Jawa, khususnya Pawukon, bersama budayawan Wonosobo, Agus Wepe. Pawukon merupakan sistem penanggalan dan perhitungan tradisional Jawa serta Bali yang didasarkan pada siklus waktu tetap selama 210 hari. Sistem ini terbagi menjadi 30 wuku, masing-masing berlangsung selama tujuh hari, dan digunakan dalam berbagai perhitungan waktu berdasarkan tradisi setempat.

Indah menjelaskan, tema Pawukon dipilih karena mengandung khazanah filosofi yang masih relevan dengan kehidupan masa kini.

“Khazanah filosofi di dalamnya itu sangat bagus untuk kita terapkan di era saat ini,” ujarnya.

Pembelajaran berlanjut dengan pengenalan manuskrip bersama Andika, pemerhati sejarah. Peserta mempelajari bentuk manuskrip, perbedaannya dengan tulisan biasa, serta penggunaan aksara tertentu, termasuk Arab Pegon.

Menurut Indah, manuskrip kuno menyimpan pengetahuan masa lalu yang menjadi bagian dari perkembangan teknologi dan kehidupan saat ini, termasuk pengetahuan tentang irigasi dan penggunaan roda.

“Banyak sekali teknologi yang kita gunakan saat ini itu dasarnya dari pengetahuan-pengetahuan masa lalu yang kita kembangkan di era sekarang,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Jalan Pintas berharap peserta tidak hanya membaca, tetapi juga memahami makna dan pengetahuan di balik bacaan.

“Harapannya, teman-teman mulai menyukai literasi dalam artian bukan hanya sekadar membaca, tetapi memahami apa maknanya,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti 38 peserta, melebihi kuota awal sebanyak 30 orang. Peserta berasal dari sejumlah daerah, antara lain Purbalingga, Banjarnegara, Temanggung, Kedu, serta wilayah Wonosobo seperti Dieng dan Kalibawang.

Salah satu peserta, Ari Setyo Wibowo dari Purbalingga, mengaku mendapatkan pengalaman dan informasi baru dari lokasi-lokasi yang dikunjungi. Ia menyebut keikutsertaannya kali ini merupakan yang kedua dalam kegiatan Jalan Pintas.

“Kegiatan Jalan Pintas hari ini bagi saya sungguh bermanfaat. Bisa menambah pengalaman dan informasi. Jalur atau spot yang kita kunjungi hari ini juga sungguh-sungguh menarik,” kata Ari.

Menurut Ari, kegiatan tersebut juga memberinya kesempatan memperluas wawasan, pertemanan, dan jaringan komunitas. Ia berharap kegiatan semacam ini turut membantu memperkenalkan desa kepada masyarakat luas.

“Bagi saya, ini suatu kegiatan yang baik dan bisa menambah wawasan, juga teman, juga komunitas,” ujarnya.

Lelana diselenggarakan melalui kolaborasi Komunitas Jalan Pintas dengan Agus Wepe, Andika, dan Pemerintah Desa Plobangan. Sebelum kegiatan, tim telah melakukan survei lokasi sebanyak tiga kali dengan pendampingan perangkat desa.

Indah mengatakan, Jalan Pintas juga menyiapkan sejumlah agenda kolaborasi pada November mendatang. Pada 8 November, komunitas tersebut menjadwalkan kegiatan berkaitan dengan sejarah dan gambar. Sementara pada 29 November, mereka akan menggelar agenda tahunan bertema mental health bersama Klinik Ajna dan psikolog, dengan materi mindfulness, relaksasi, latihan pernapasan, serta art therapy melalui karya lukisan. (Aris)