17 Oktober 2026

HCTPS Sedunia 2026, Wonosobo Dorong Pelajar Jadi Pelopor Hidup Sehat

Wonosobo|KoranRakyat.co.id — Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia tingkat Kabupaten Wonosobo 2026 diisi dengan penyuluhan kesehatan, pemberian tablet tambah darah bagi pelajar putri, serta praktik mencuci tangan pakai sabun. Kegiatan yang digelar di SMP Negeri 2 Wonosobo, Jumat (16/10/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah.

Kegiatan bertema “Be a Handwashing Hero: Aksi Kecil Dampak Besar – Jadilah Pahlawan Cuci Tangan” itu dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Wakil Bupati Amir Husein, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo beserta Ketua Bidang I TP PKK, serta Pj Sekda Mohamad Kristijadi. Sejumlah jajaran perangkat daerah dan dinas teknis terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui rangkaian kegiatan edukatif tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan membiasakan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari. Praktik mencuci tangan pakai sabun juga menjadi sarana bagi pelajar untuk menerapkan secara langsung pengetahuan yang diperoleh.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menekankan pentingnya kerja sama antara perangkat daerah, tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Menurutnya, edukasi perlu dibarengi pembiasaan agar perilaku hidup sehat dapat diterapkan secara konsisten.

“Kepada anak-anakku, jadilah pahlawan cuci tangan baik itu di sekolah maupun di rumah. Saya bangga jika kalian tidak hanya membiasakan diri mencuci tangan, tetapi juga mengajak teman-teman melakukan hal yang sama. Kalian tidak perlu menunggu dewasa untuk membawa perubahan,” ujar Afif.

Ia berharap para pelajar tidak hanya menerapkan kebiasaan mencuci tangan untuk diri sendiri, tetapi juga mengajak teman dan keluarga melakukan hal serupa. Dengan begitu, kebiasaan sederhana tersebut dapat berkembang menjadi budaya hidup sehat di masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Wonosobo, Suminta, S.Pd., MM.Pd., menyampaikan bahwa peringatan HCTPS yang dirangkaikan dengan Gerakan Jumat Berseri menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa agar terbiasa menjaga kebersihan dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.

Suminta berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga upaya menciptakan lingkungan sehat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Wonosobo.

“Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan masyarakat Wonosobo yang sehat, bersih, peduli, dan berbudaya lingkungan,” ungkapnya.

Melalui peringatan HCTPS Sedunia ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membentuk generasi muda yang sehat dan berkualitas. Edukasi kesehatan, pemberian tablet tambah darah bagi pelajar putri, serta praktik mencuci tangan pakai sabun diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif demi mewujudkan masyarakat Wonosobo yang lebih sehat, cerdas, dan peduli lingkungan. (Diskominfo Wonosobo/Aris)