Ketua Muhammadiyah Desak Negara Bertindak soal Polemik Buku “Memburu Muhammad”

KoranRakyat.co.id —Lagi masalah karya tulis dalam bentuk buku menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat sehingga menyita perhatian pimpinan pusat Mujammadiyah Buya Anwar Abbas.
Mengutip Mozaik Inilah.com, Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas meminta negara segera bersikap jika polemic buku Memburu Muhammad karya Feby Indriani terbukti memuat tindakan yang melecehkan ajaran agama.
Anwar menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah apabila terdapat tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pelecehan terhadap ajaran agama. “Muhammadiyah sangat menyesalkan jika di negeri ini masih ada orang atau pihak-pihak tertentu yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan menghina dan melecehkan ajaran agama atau sesuatu yang dianggap suci dan luhur oleh para pemeluk agama,” tegasnya kepada Inilah.com, Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan alasan seni maupun kebebasan berekspresi dan berpendapat tidak semestinya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika dampaknya berpotensi menyentuh ketenteraman masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan merespons sorotan terhadap buku Memburu Muhammad setelah muncul informasi mengenai diskusi buku tersebut di Bogor, Jawa Barat, yang disebut dibubarkan sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas).
Polemik itu kini menjadi perhatian publik dan telah diberitakan sebelumnya oleh Inilah.com.
Menurut Anwar, persoalan kebebasan berekspresi tidak semestinya mengabaikan kepentingan masyarakat luas, terutama ketika ekspresi tersebut dinilai menyinggung sesuatu yang dianggap suci oleh pemeluk agama.
Kemaslahatan Publik
Anwar menempatkan kemaslahatan masyarakat sebagai pertimbangan penting dalam menyikapi persoalan tersebut. “Tidak peduli hal itu mereka lakukan atas alasan seni atau kebebasan berekspresi dan berpendapat. Bagi kita kemaslahatan orang banyak harus didahulukan dari kepentingan orang seorang,” ujar Anwar.
Menurut dia, tindakan yang dianggap menghina atau melecehkan ajaran agama bukan hanya berkaitan dengan perasaan pemeluk agama, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial yang lebih luas.
Cegah Kegaduhan
Anwar menilai polemik semacam itu perlu ditangani secara cepat agar tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. “Dan kita melihat apa yang mereka lakukan tersebut jelas-jelas selain menyinggung perasaan umat dari agama yang mereka hina, hal demikian juga berpotensi bagi terjadinya kegaduhan bahkan bisa lebih dahsyat dari itu sehingga ketenteraman dan kedamaian hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menjadi rusak dan terganggu dan hal tersebut tentu jelas tidak kita inginkan,” kata Anwar.
Karena itu, Ketua Muhammadiyah itu meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan berkembang tanpa respons. “Untuk itu kita meminta pemerintah agar cepat bertindak agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi,” pungkasnya.
Pernyataan Anwar menempatkan polemik Memburu Muhammad bukan semata sebagai perdebatan mengenai sebuah karya, tetapi juga sebagai persoalan bagaimana negara menjaga kebebasan berekspresi sekaligus ketenteraman kehidupan masyarakat ketika muncul dugaan pelecehan terhadap ajaran agama. (*)
