17 September 2026

Tiga Destinasi Wisata Wonosobo Direvitalisasi, Nilai Kontrak Capai Rp1,95 Miliar

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,95 miliar untuk merevitalisasi tiga destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah sepanjang 2026. Pembenahan menyasar Kolam Ombak Kalianget, kawasan Dieng Plateau Theater (DPT), dan Gardu Pandang Tieng.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, memberikan keterangan terkait perkembangan pekerjaan tersebut pada Kamis, (17/08/2026).

Berdasarkan laporan konsultan pengawas yang disampaikan Fahmi, revitalisasi Kolam Ombak Kalianget telah memasuki minggu keenam dengan progres 45,75 persen. Sementara pekerjaan di kawasan DPT pada minggu kedua mencapai 2,86 persen, sedangkan Gardu Pandang Tieng mencapai 0,47 persen.

Ketiga pekerjaan tersebut menggunakan sumber dana APBD Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2026. Nilai kontrak revitalisasi Kolam Ombak Kalianget tercatat sebesar Rp395,61 juta, DPT sebesar Rp884,33 juta, dan Gardu Pandang Tieng sebesar Rp673,30 juta.

Revitalisasi Kolam Ombak Kalianget berdasarkan kontrak dimulai 7 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 4 Desember 2026.

Pembenahan di lokasi tersebut meliputi pembangunan ruang tunggu, pemasangan keramik kolam ombak, serta penataan pertamanan.

“Revitalisasi Kolam Ombak Kalianget merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata. Tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut dapat memberikan rasa nyaman dan aman serta pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan,” kata Fahmi.

Sementara itu, pekerjaan revitalisasi kawasan DPT dimulai pada 28 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan 110 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026.

Pekerjaan mencakup revitalisasi menara pandang, kios cinderamata, toilet, dan mushola. Pembenahan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendukung pariwisata sekaligus memperkuat fungsi DPT sebagai sarana informasi dan edukasi bagi wisatawan mengenai kawasan Dieng.

“Dieng merupakan salah satu ikon pariwisata Wonosobo. Karena itu, fasilitas pendukung seperti Dieng Plateau Theater perlu terus kita tingkatkan kualitasnya agar mampu memberikan informasi dan pengalaman yang lebih baik kepada wisatawan,” ujarnya.

Adapun revitalisasi Gardu Pandang Tieng dimulai pada 2 September 2026 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada 30 Desember 2026.

Penataan meliputi revitalisasi gardu pandang serta pembenahan kios dan toilet. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan sekaligus mengoptimalkan potensi Gardu Pandang Tieng sebagai salah satu titik untuk menikmati panorama kawasan Dieng dan sekitarnya.

“Kami ingin memastikan bahwa destinasi wisata di Wonosobo memiliki fasilitas yang semakin baik dan mampu memberikan pengalaman berwisata yang berkualitas. Gardu Pandang Tieng merupakan salah satu potensi yang terus kita dorong agar semakin optimal dan memberikan manfaat bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar,” katanya.

Fahmi mengatakan revitalisasi tiga destinasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembenahan fisik. Pemerintah juga menargetkan peningkatan kenyamanan dan keamanan wisatawan, optimalisasi fasilitas pendukung, serta penguatan daya saing pariwisata Wonosobo.

“Revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata. Yang kita bangun bukan hanya fasilitas secara fisik, tetapi juga bagaimana destinasi tersebut mampu memberikan pengalaman yang nyaman, aman, menarik, dan berkesan bagi wisatawan,” ujarnya.

Ia berharap pembenahan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, termasuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat serta pelaku usaha di sekitar destinasi.

“Kami berharap revitalisasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan maupun dalam memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar destinasi. Tentunya pengembangan pariwisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan potensi lokal,” pungkas Fahmi. (Aris)