Pengurus MUI Sumsel Periode 2026-2031 Bakal Dikukuhkan 23 September 2026

KoranRakyat.coi.id — Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2026-2031 hasil Musyawarah Daerah 8 Agustus lalu bakal dikukuhkan 23 September 2026 oleh Ketua Umum MUI Pusat di Grya Agung.
Rencana pengukuhan Pengurus MUI Sumsel dan ta’ruf seluruh kepengurus dengan berbagai kalangan disampaikan langsung Ketua Umum Dr. H Supadmi Kohar MM CP.Ht yang didampingi Sekretaris Umum Kiai Mahmuddin SAg MSi saat silaturrahmi dengan dua komisi di jajaran kepegurusan MUI Sumsel ; Komisi Ekonomi Syariah dan Komisi Informasi dan Media Massa di kantor MUI Sumsel Jalan Rambutan No 18 Palembang.

Kegiatan silaturrahmi diisi dengan memperkenalkan diri masing –masing anggota kepengurusan dan menyampaikan beberapa pesan dari Ketua Umum Dr Supadmi Kohar MM CP.Ht.
Drn H Supadmi Kohar pada kesempatan tersebut mengharapkan agar seluruh pengurus mengutamakan persaudaraan, kebersamaan dan persatuan sehingga apapun program MUI Sumsel bisa dijalankan. “Kalau kebersamaan terjalin kuat, komunikasi berjalan lancar sehingga program bisa dijalankan”pesan Padmi panggilan akrab Supadmi Kohar.
Supadmi Kohar juga menambahkan, pemilihan jajaran kepengurusan pada kepengurusan saat ini karena kompetensi dari personal yang dipilih di bidangnya masing-masing diharapkan menghasilkan yang terbaik untuk kepentingan umat. “Kepada masing-masing komisi silahkan ajukan program yang diperuntukan kepentingan dakwah,” harap Padmi sembari menjelaskan bahwa MUI akan berupaya mandiri dalam mengelola anggaran tanpa memprioritaskan meminta bantuan pada pihak lain. Kalau kita dikasih, ya kita terima selagi penggunaannya untuk dalwah” tambah’ Supadmi yang saat ini juga ketua umum Dewan Pendidikan Sumsel.
“Kita semua di pengurusan ini berharap agar setidaknya 2028 sudah memiliki gedung kantor sendiri” harap Supadmi Kohar yang diamini seluruh peserta sulaturrahmi.
5 Prioritas
Beberapa waktu lalu, usai terpilih sebagai Ketua MUI Sumsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Sumsel yang digelar 7-9 Agustus 2026 di Kompleks di Asrama Haji Palembang, Supadmi kepada KoranRakyat.co.id pernah menyebutkan lima program prioritas.
Menurutnya, MUI ke depan harus dekat dengan ummat dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang ada di tengah umat. “Ada lima prioritas utama yang ingin kami dorong optimalisasi pelayanan umat, sehingga MUI benar-benar hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” kata Supadmi saat itu
1.Semakin Dekat dengan Umat, Supadmi menempatkan pelayanan umat sebagai prioritas utama. Ia ingin MUI Sumsel tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi tempat masyarakat mendapatkan solusi terhadap persoalan keagamaan dan sosial. Baginya, keberadaan MUI harus dapat dirasakan oleh umat di berbagai lapisan masyarakat.
2.Persiapkan Generasi Ulama yang Mampu Hadapi Tantangan Zaman
Selanjutnya, Supadmi ingin memperkuat kaderisasi ulama dan generasi muda. Menurutnya, Sumsel membutuhkan generasi ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu memahami serta menjawab tantangan zaman. Kaderisasi tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan dakwah dan pelayanan umat di Sumatera Selatan.
3. Perkuat Sinergi Ulama dengan Pemerintah dan Dunia Usaha
Prioritas kedua adalah memperkuat sinergitas antara ulama, zuama dan umara. Supadmi menilai pembangunan Sumatera Selatan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kebersamaan antara ulama, pemerintah, akademisi, dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama
4. Dorong Dakwah Lewat Teknologi Digital, Supadmi ingin MUI Sumsel meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dan media sebagai sarana dakwah. Dakwah melalui media digital tersebut diharapkan tetap edukatif, sejuk, moderat dan mencerahkan.
5.Dakwah, Pendidikan hingga Pemberdayaan Umat Diperkuat
Program lainnya menyasar berbagai bidang kehidupan masyarakat. Supadmi menyebut MUI Sumsel akan memperkuat program dakwah, pendidikan, ekonomi umat, keluarga, kesehatan sosial, pemberdayaan perempuan dan remaja, hingga kerukunan umat beragama. Dengan demikian, peran MUI diharapkan tidak hanya berkutat pada persoalan keagamaan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Bukan untuk Kepentingan Pribadi
Supadmi juga menegaskan bahwa keberadaan MUI merupakan organisasi yang bertugas melayani umat.
Kepengurusan MUI harus berorientasi pada pengabdian dan tidak boleh dijadikan wadah untuk mengejar kepentingan pribadi.
Supadmi berharap MUI benar-benar berada di tengah-tengah masyarakat sehingga kehadirannya dapat dirasakan langsung oleh umat.
“Terpenting ke depannya, mengoptimalkan fungsi MUI agar selalu berada di tengah-tengah umat sehingga keberadaan ataupun kehadiran MUI dirasakan,” pungkasnya. (*)

