15 September 2026

Feby Herman Deru Kukuhkan Pengurus DPD PP PAUD Sumsel 2025–2030

Palembang|KoranRakyat.co.id –– Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan (PP) PAUD Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru atau yang akrab disapa Feby Deru, resmi mengukuhkan Pengurus DPD PP PAUD Provinsi Sumatera Selatan Masa Bakti 2025–2030 di Griya Agung, Senin (14/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Feby Deru mendorong tiga agenda utama yang harus segera dijalankan oleh pengurus yang baru dikukuhkan guna memperkuat kualitas dan pemerataan layanan PAUD di Sumatera Selatan.

ist

Pertama, menurut Feby, agenda utama yang harus dijalankan adalah penguatan layanan PAUD berkualitas. Hal itu dapat dilakukan dengan memperluas akses layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang mencakup pendidikan gratis, gizi, kesehatan, dan perlindungan anak.

Kedua, melakukan pemberdayaan keluarga dengan mengoptimalkan peran Dasawisma dan kader PKK untuk mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya pengasuhan positif.

“Mari kita ajak dan libatkan PKK karena hampir di semua Pokja PKK itu ada bidang yang khusus membentuk karakter anak dan lainnya. Kita edukasi para guru PAUD dan orang tua agar selalu melakukan pendampingan pada anak, terutama di era digitalisasi saat ini, agar anak terhindar dari tontonan dan lingkungan negatif,” jelasnya.

Ketiga, Feby menekankan pentingnya kolaborasi nyata antar-lembaga. Karena itu, pengurus yang baru dikukuhkan diharapkan dapat segera menyinkronkan program kerja asosiasi PAUD dengan dinas-dinas terkait agar sarana dan prasarana serta kompetensi tenaga pendidik di seluruh kabupaten/kota dapat lebih merata. “Mari jadikan momentum pengukuhan ini sebagai titik tolak untuk bekerja cerdas, bergerak cepat, dan hadir langsung mendampingi satuan-satuan PAUD hingga ke pelosok desa di Sumsel,” ujar Feby.

ist

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Dr. Drs. H. Edward Candra, mengatakan bahwa amanah tersebut merupakan kepercayaan besar sekaligus tanggung jawab mulia untuk memimpin pembinaan, peningkatan mutu, dan pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh penjuru Bumi Sriwijaya. “Pendidikan anak usia dini adalah fondasi paling krusial dalam pembentukan karakter, moralitas, kecerdasan, dan keterampilan sosial anak. Usia dini merupakan masa emas (golden age), di mana 80 persen perkembangan otak anak terjadi. Kualitas penanganan pada usia ini akan menentukan seperti apa sumber daya manusia (SDM) Sumatera Selatan di masa depan,” ujarnya.

Dalam momentum tersebut, Edward menyampaikan beberapa arahan strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Pengurus DPD PP PAUD yang baru dikukuhkan.

Di antaranya adalah menyatukan aspirasi dan melakukan pemetaan kebutuhan PAUD daerah. DPD PP PAUD harus mampu menjadi rumah besar dan jembatan aspirasi bagi seluruh lembaga penyelenggara, pengelola, dan pendidik PAUD, baik di perkotaan maupun di pelosok desa. “Lakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi sarana prasarana, kualifikasi pendidik, dan kebutuhan mendasar PAUD di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan agar program kerja tepat sasaran,” jelasnya.

Arahan kedua yakni penguatan kolaborasi dan peningkatan mutu sumber daya manusia pendidik. Menurut Edward, kualitas layanan PAUD sangat bergantung pada kompetensi tenaga pendidiknya.

ist

Karena itu, DPD PP PAUD harus memprioritaskan program pelatihan berkelanjutan, peningkatan kualifikasi, serta perlindungan dan kesejahteraan para guru PAUD. Upaya tersebut juga dapat dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan digital para pendidik.

Selanjutnya, pengurus juga diminta memperkuat sinergi lintas sektoral dan integrasi layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). PAUD, kata Edward, tidak boleh berdiri sendiri. “Bangun sinergi yang kuat lintas sektoral dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dunia usaha (CSR), serta organisasi kemasyarakatan. Dorong terwujudnya layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang menyatukan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak,” tegasnya.

Selanjutnya, Edward juga menekankan dukungan nyata dalam penanganan stunting dan pemenuhan gizi anak.“Saya menginstruksikan agar setiap satuan PAUD di Sumatera Selatan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Manfaatkan lembaga PAUD sebagai pusat pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi bagi orang tua, serta pemberian makanan tambahan yang bergizi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PP PAUD Sumatera Selatan, Hj. Desy Kasnayati Edward, mengatakan bahwa dengan terbentuknya kembali kepengurusan DPD PP PAUD Sumatera Selatan Masa Bakti 2025–2030, organisasi tersebut tidak boleh dan tidak akan pernah berdiri sendiri.

Menurutnya, kemajuan ekosistem Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membutuhkan kerja bersama. Sejalan dengan tema kegiatan, langkah konkret organisasi akan difokuskan pada dua tahapan strategis, yakni program jangka pendek dan program jangka menengah.

Untuk program jangka pendek, fokus utama adalah penguatan internal dan daerah melalui pengaktifan serta konsolidasi kembali Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PP PAUD di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. “Struktur cabang yang kuat, aktif, dan terkoordinasi dengan baik merupakan ujung tombak dalam menyerap aspirasi para pengelola satuan PAUD di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Sementara itu, program jangka menengah diarahkan pada sinergi dan kolaborasi lintas sektoral dengan membangun kemitraan strategis yang solid bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, BKKBN, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), BPMP, BAN-PDM, serta organisasi mitra lainnya. “Sinergi ini ditujukan untuk memperluas implementasi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, gizi, penanganan stunting, hingga perlindungan anak di setiap satuan PAUD. Tanggung jawab mendidik dan melindungi anak usia dini adalah investasi terbesar daerah. Tidak ada peran yang kecil dalam misi ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Desy memohon bimbingan, arahan, dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bunda PAUD, jajaran kedinasan, serta segenap pemangku kepentingan agar ikhtiar tersebut dapat terus berkesinambungan. (*)