15 September 2026

GSMP Naik Kelas: Dari Bantuan ke Mandiri, Cik Ujang Ajak Masyarakat Jadi Pelaku , Bukan Penerima  

Palembang|KoranRakyat.co.id — Wakil Gubernur  Sumatera Selatan Cik Ujang mendorong Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk terus berkembang dari program bantuan menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

ist

GSMP merupakan salah satu program yang digagas dan dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang. Program yang telah berjalan sejak 2021 tersebut terus diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Cik Ujang saat menghadiri kegiatan Ngopi Bareng GSMP di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Senin (14/9/2026).

Cik Ujang mengatakan, forum diskusi yang dikemas dalam suasana santai seperti Ngopi Bareng GSMP menjadi sarana penting untuk membahas pembangunan secara lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat. “Ngopi bareng memang sangat digemari masyarakat karena pembangunan tidak harus selalu dalam suasana formal dan resmi, tetapi bisa melalui forum yang lebih santai,” kata Cik Ujang.

Menurutnya, GSMP tidak boleh berhenti sebagai program bantuan semata. Gerakan tersebut harus terus dikembangkan agar masyarakat menjadi lebih produktif dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. “GSMP bertujuan lebih memproduktifkan masyarakat. GSMP harus terus didorong untuk naik kelas agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku. GSMP mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Cik Ujang menegaskan, semangat GSMP ke depan harus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan atau fasilitas, tetapi mampu mengelola potensi pangan yang dimiliki hingga menghasilkan manfaat ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang juga mengukuhkan Forum Kemitraan Sinergi GSMP dan Pandu GSMP. Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan GSMP. “Pengukuhan ini agar bisa saling berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak,” katanya.

ist

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra melaporkan bahwa pelaksanaan GSMP turut memberikan dampak terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Sumsel.

Ia menyebutkan, angka kemiskinan Sumsel pada September 2025 sebesar 9,85 persen, kemudian turun menjadi 9,50 persen pada Maret 2026. “Kontribusi komponen makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 75,26 persen. Ini artinya penguatan pangan sangat berpengaruh,” kata Edward.

Selain itu, Edward menyampaikan bahwa Skor Pola Pangan Harapan (PPH) terus meningkat. Hal tersebut menunjukkan adanya perbaikan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan GSMP, antara lain koordinasi, pendampingan, data sasaran, pemantauan, kemitraan, dan hilirisasi.  

Karena itu, penguatan GSMP ke depan tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan bantuan, tetapi juga memerlukan pembenahan sistem secara menyeluruh. “Yang kita butuhkan adalah pembenahan sistem, mulai dari tata kelola, penguatan Pandu GSMP, Sinergi GSMP, dan pembangunan data sasaran GSMP berbasis DTSEN,” jelasnya.

Dengan semangat “naik kelas” yang didorong Cik Ujang, GSMP diharapkan semakin kuat sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Herman Deru dan Cik Ujang. GSMP tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, menciptakan nilai ekonomi, dan mewujudkan kemandirian pangan setiap keluarga di Sumatera Selatan. (*)