Stadion Si Jalak Harupat Dipilih Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, DPRD Dorong Persiapan Maksimal

Bandung | KoranRakyat.co.id — Stadion Si Jalak Harupat di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, dipercaya menjadi salah satu arena penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
Terpilihnya stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung itu sebagai venue turnamen internasional dinilai menjadi kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat daerah. Selain menunjukkan kesiapan stadion untuk menggelar pertandingan berskala besar, pelaksanaan turnamen juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan kondisi Stadion Si Jalak Harupat masih terpelihara dengan baik. Sebelumnya, stadion tersebut digunakan sebagai salah satu arena pertandingan Grup A Piala Presiden 2026.
Menurut Dicky, kepercayaan menjadi salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 perlu dimanfaatkan untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya turnamen sepak bola tingkat ASEAN ini, kami berharap muncul efek berganda bagi Kabupaten Bandung. Selain sukses dalam penyelenggaraan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, kunjungan wisatawan, okupansi hotel dan restoran, hingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” ujar Dicky, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dicky menjelaskan, Dispora Kabupaten Bandung bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebelumnya menghadiri rapat yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Senin, 10 Agustus 2026.
Rapat tersebut membahas berbagai persiapan FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk kesiapan fasilitas stadion serta aspek pendukung penyelenggaraan lainnya.
“Kami tentu sangat bangga karena Stadion Si Jalak Harupat dipercaya menjadi salah satu arena turnamen yang masuk agenda resmi FIFA. Dari sisi pemerintah daerah, kami akan mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis dan pendukung agar pelaksanaan pertandingan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, FIFA dijadwalkan mengirimkan tim untuk melakukan asesmen terhadap sejumlah fasilitas di Stadion Si Jalak Harupat.
Meski demikian, berdasarkan kondisi saat ini, berbagai fasilitas stadion masih terpelihara dengan baik setelah sebelumnya digunakan dalam Piala Presiden 2026.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Akhiri Hailuki, menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang memilih Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026.
Hailuki mengatakan kepercayaan tersebut harus diikuti dengan persiapan maksimal dari pemerintah daerah maupun masyarakat Kabupaten Bandung.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bandung. Kepercayaan yang diberikan harus kita respons dengan memberikan pelayanan dan persiapan terbaik. Tidak hanya dari sisi teknis pertandingan, tetapi juga kebersihan lingkungan, fasilitas sanitasi, serta kenyamanan bagi para pemain dan penonton,” ujar Hailuki, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Hailuki, persiapan tidak hanya menyangkut kondisi lapangan dan fasilitas pertandingan. Keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama turnamen juga perlu diperhatikan.
Ia mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Bandung bersama-sama menjaga nama baik daerah selama pelaksanaan turnamen internasional tersebut.
“Selain kesiapan fasilitas, keamanan dan ketertiban juga sangat penting. Mari kita bersama-sama menjaga situasi yang kondusif dan memberikan kesan terbaik kepada seluruh peserta maupun tamu yang datang ke Kabupaten Bandung,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu arena FIFA ASEAN Cup 2026, Kabupaten Bandung kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah event olahraga bertaraf internasional.
Pelaksanaan turnamen tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Bandung.
