Tiga Panggung Siap Meriahkan Dieng Culture Festival, Panitia Sediakan 41 Titik Parkir

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Dieng Culture Festival (DCF) ke-16 resmi dimulai hari ini, Jumat (28/8/2026). Ribuan wisatawan diperkirakan memadati kawasan Dataran Tinggi Dieng untuk mengikuti rangkaian festival yang berlangsung dengan sejumlah agenda budaya, ekonomi kreatif, hingga pertunjukan musik.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan tiga panggung utama dengan konsep dan segmentasi acara yang berbeda. Selain membagi konsentrasi pengunjung, penataan tersebut diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa sekaligus Koordinator Pelaksana DCF, Alif Faozi, mengatakan seluruh persiapan teknis telah berjalan sesuai rencana.

Panggung pertama berada di Kompleks Candi Arjuna yang difungsikan sebagai zona budaya sekaligus ruang terbuka bagi masyarakat umum. Kawasan tersebut dapat diakses secara gratis dan menjadi lokasi berbagai kegiatan, mulai dari aksi bersih lingkungan, pentas seni tradisi, pameran UMKM Banjarnegara, festival domba, hingga sarasehan Kongkow Budaya.
Agenda Kongkow Budaya tersebut menghadirkan Kiai Kanjeng serta budayawan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto.
Sementara Area Gatotkaca menjadi zona kreatif dan bisnis. Sejumlah agenda yang digelar di lokasi ini antara lain Festival Kopi Nusantara, forum bisnis, seminar HAKI bersama Kementerian Hukum dan HAM, serta Jazz Atas Awan Showcase.
Panggung tersebut juga menghadirkan sejumlah musisi dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun Area Pandawa menjadi lokasi pertunjukan musik utama dengan menghadirkan sejumlah musisi nasional. Kehadiran musisi tersebut diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, khususnya kalangan muda.
41 Titik Kantong Parkir Disiapkan
Selain panggung dan venue kegiatan, persoalan lalu lintas menjadi perhatian panitia mengingat meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan Dieng selama festival.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, panitia bersama masyarakat lokal menyediakan 41 titik kantong parkir di sejumlah lokasi strategis.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Winarsono, melalui Plt Kepala Bidang Lalu Lintas, Margono, mengatakan sebagian besar titik parkir tersebut dikelola oleh masyarakat. Sementara Dishub Banjarnegara hanya menangani tiga titik parkir.
“Dari panitia ada 41 titik parkir. Kalau kami dari Dishub mengelola tiga titik,” terang Margono ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (27/8/2026).
Menurut Margono, lokasi parkir yang dikelola masyarakat umumnya memanfaatkan lahan warga maupun area warung yang berada di sekitar kawasan festival. Panitia juga menerbitkan karcis sendiri sebagai bukti pembayaran retribusi parkir.
Dishub Banjarnegara, lanjut dia, berperan mengarahkan titik-titik parkir untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Jika seluruh kantong parkir telah terisi, terdapat alternatif lokasi parkir di ruas jalan dari Rest Area Geo Dipa ke arah bawah.
Ruas tersebut diperkirakan mampu menampung lebih dari 200 kendaraan.
“Kalau titik-titik parkir sudah penuh, masih ada satu ruas jalan yang bisa digunakan untuk parkir, yakni dari Rest Area Geo Dipa ke bawah,” katanya.
Margono juga mengingatkan pengunjung untuk memastikan memperoleh bukti pembayaran ketika menggunakan fasilitas parkir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meminta bukti karcis parkir kepada petugas,” pesannya.
Sejumlah fasilitas publik, destinasi wisata, dan rest area turut dimanfaatkan sebagai lokasi parkir. Di antaranya Shuttle Aswatama, Area Parkir Candi Bima, Telaga Warna 1 dan 2, Museum Kailasa 1, 2, dan 3, Taman Syailendra, Surya Yudha Rest Area (SYRA), Rest Area Dieng Wetan, serta Basecamp Bukit Pangonan.
Kantong parkir juga tersedia di sejumlah area terbuka, seperti Lapangan Geodipa 1 dan 2, Lapangan Rikuwut Utara dan Selatan, serta Lapangan Belakang Sate Sang Aji.
Bagi pengendara sepeda motor, panitia menyiapkan lokasi khusus di Lapangan Utara Simpang 3, di samping Tani Jiwo.
Sejumlah fasilitas pendidikan, perbankan, dan tempat ibadah juga disiapkan sebagai alternatif parkir. Lokasinya meliputi Halaman SDN 1 Dieng Kulon, Halaman SDN 2 Dieng Kulon, BRI Unit Dieng, Ex-BNI Dieng, Mushola Ashofiyah, dan Masjid Jami Baiturrohman Dieng Wetan.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan sejumlah area usaha kuliner, pusat oleh-oleh, serta penginapan warga. Beberapa di antaranya Dieng Food Court, Purasaba Coffee Shop, Mikroba Kedai Kopi, Red Paprika Dieng, Kedai Mie Ongklok Dieng Kulon, Bebek & Ayam Kampung Mas Budi, Bakso Kita, area Belakang Bakso Kita, serta area Belakang Sate Sang Aji.
Titik parkir lainnya tersedia di Kalingga Oleh-Oleh, Platinum Oleh-Oleh, Pusat Oleh-Oleh Saerah 1, Depan Saerah 2, Tiga Mahkota, Homestay Camelia, area Depan Sare House, Depan Geodipa, hingga halaman Rumah Pak Slamet.
Dengan pembagian venue dan penataan kantong parkir tersebut, penyelenggara berharap pelaksanaan DCF 2026 dapat berlangsung tertib dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat. Selain menghadirkan rangkaian hiburan dan kegiatan budaya, festival juga diharapkan memberikan perputaran ekonomi bagi masyarakat Banjarnegara dan kawasan sekitarnya. (Diskominfo/Aris)

