Paragliding Culture Festival 2026 Promosikan Bukit Kekeb Wonosobo sebagai Destinasi Paralayang Internasional

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Paragliding Culture Festival 2026 sukses menjadi salah satu magnet wisata dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo. Selama dua hari pelaksanaan, 25–26 Juli 2026, kawasan Bukit Kekeb dan Lapangan Desa Lengkong, Kecamatan Garung, dipadati ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan perpaduan olahraga dirgantara, budaya, dan hiburan.
Festival tersebut diikuti sekitar 50 atlet paralayang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Tidak hanya menghadirkan aksi penerbangan di atas panorama pegunungan Wonosobo, penyelenggaraan tahun ini juga menawarkan konsep yang lebih atraktif melalui perpaduan seni, budaya, dan kreativitas peserta.
Pengunjung disuguhi pemandangan para atlet melayang di langit Bukit Kekeb dengan latar alam Wonosobo yang memukau. Beragam atraksi pendukung turut menambah semarak suasana sehingga festival tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga destinasi rekreasi bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Sri Fatonah W. Ismangil, mengatakan Paragliding Culture Festival 2026 menjadi salah satu agenda unggulan pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi wisata melalui olahraga kedirgantaraan.
“Sebanyak 50 atlet turut ambil bagian dalam festival ini. Mereka berasal dari Jakarta, Semarang, Purworejo, Temanggung, Banjarnegara, Kendal, Wonosobo, hingga peserta mancanegara asal China. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Bukit Kekeb semakin dikenal sebagai destinasi paralayang yang memiliki daya tarik dan potensi bertaraf internasional,” ujarnya.
Salah satu pembeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya adalah hadirnya kompetisi kreativitas kostum. Para atlet tidak hanya dinilai dari kemampuan terbang, tetapi juga dari penampilan mereka saat mengudara.
Berbagai kostum unik menghiasi langit Bukit Kekeb, mulai dari busana tradisional yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara hingga kostum-kostum kreatif yang menghibur dan mengundang antusiasme para penonton.
“Kompetisi kostum menjadi pembeda tahun ini. Tidak hanya mengedepankan kemampuan terbang, tetapi juga kreativitas peserta dalam menampilkan kostum yang menarik. Hal ini memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan,” tambahnya.
Selain menyaksikan aksi para atlet, masyarakat juga mendapat kesempatan merasakan pengalaman terbang melalui penerbangan tandem bersama pilot profesional berlisensi.
Sejumlah pilot yang terlibat berasal dari Kalimantan, Jakarta, dan Yogyakarta. Festival ini juga menghadirkan pilot berpengalaman yang pernah meraih predikat juara dunia paralayang sehingga memberikan pengalaman terbang yang aman sekaligus berkesan bagi para peserta tandem.

Fatonah menegaskan, Paragliding Culture Festival bukan sekadar ajang olahraga, melainkan bagian dari strategi promosi wisata Kabupaten Wonosobo yang mengedepankan potensi alam dan budaya daerah.
“Kami ingin menghadirkan sebuah festival yang menggabungkan olahraga, budaya, dan keindahan alam. Melalui kegiatan ini, Bukit Kekeb diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Wonosobo,” jelasnya.
Keseruan festival berlanjut hingga malam hari. Pada Sabtu (25/7), ribuan masyarakat memadati Lapangan Desa Lengkong untuk menikmati hiburan dangdut campursari yang dimeriahkan penyanyi Silvy Kumalasari.
Puncak kemeriahan malam pertama ditandai dengan pelepasan ribuan lampion yang menerangi langit Desa Lengkong. Cahaya lampion yang membumbung tinggi menciptakan panorama malam yang memikat sekaligus menjadi salah satu atraksi yang paling dinantikan pengunjung.
Melalui penyelenggaraan Paragliding Culture Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap kegiatan ini terus berkembang sebagai agenda wisata unggulan daerah. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, festival ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat citra Wonosobo sebagai destinasi yang memadukan pesona alam, budaya, dan olahraga dalam satu pengalaman wisata yang berkesan. (Disparbud Wonosobo/Aris)
