3 Agustus 2026

Dieng Bersih Bersama Relawan Angkut 1,1 Ton Sampah dari Sungai Serayu di Krakal, Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Dieng Bersih kembali menggelar aksi peduli lingkungan melalui kegiatan Clean Up di aliran Sungai Serayu, tepatnya di Dusun Krakal, Kelurahan Kejajar, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang melibatkan sekitar 80 peserta itu berhasil mengangkat sampah seberat 1.105 kilogram yang didominasi sampah rumah tangga.

Aksi bersih sungai tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Komunitas Dieng Bersih, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kelompok 1, 2 dan 3 Kelurahan Kejajar, PIK Cundamani Garwita Kelurahan Kejajar, warga setempat, hingga tiga personel Babinsa Kejajar.

Koordinator Komunitas Dieng Bersih, Ali Zaenal Abidin, mengatakan kegiatan kali ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Sungai Serayu sekaligus mempererat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Hari ini kami melakukan clean up di Sungai Serayu, tepatnya di Dusun Krakal, bersama teman-teman KKN UIN Sunan Kalijaga, PIK Remaja Kejajar, warga, dan juga dibantu tiga personel Babinsa Kejajar,” ujarnya.

Menurut Ali, sebanyak 1.105 kilogram sampah berhasil diangkat dari aliran sungai. Sampah yang ditemukan didominasi plastik dan limbah rumah tangga, seperti popok sekali pakai, bantal, guling, serta berbagai jenis kain.

“Mayoritas merupakan sampah rumah tangga dan seluruh sampah yang terkumpul langsung kami bawa ke tempat pembuangan akhir,” katanya.

Ali mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah agar tidak berakhir di sungai. Sampah yang masih memiliki nilai guna, lanjutnya, sebaiknya didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali, termasuk sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk.

“Pesan saya untuk kita semua, jangan membuang sampah ke sungai. Sampah yang masih bisa didaur ulang, didaur ulang, yang masih bisa dimanfaatkan, manfaatkan kembali. Banyak sampah organik yang sebenarnya bisa diolah menjadi pupuk,” tuturnya.

Ali mengungkapkan, kegiatan clean up yang digagas Komunitas Dieng Bersih telah dilaksanakan sekitar 25 hingga 30 kali. Namun, harapan terbesar komunitasnya justru agar suatu saat aksi bersih sungai tidak lagi diperlukan.

“Harapan kami sebenarnya sederhana, semoga ke depan tidak perlu ada clean up lagi. Kalau kami sudah tidak perlu clean up, berarti sungainya sudah bersih dan masyarakat semakin sadar menjaga lingkungannya,” ucap Ali.

Ketua KKN Kejajar 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Amran Sulistiyo, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut sebanyak 30 mahasiswa KKN ikut terlibat dalam aksi bersih Sungai Serayu.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar tanpa kendala. Semua pihak yang berkolaborasi bekerja sama dengan sangat baik. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat, khususnya warga Dusun Krakal, untuk terus menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Sungai Serayu,” katanya.

Selain mengikuti aksi clean up, mahasiswa KKN juga telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat selama 23 hari bertugas di Kejajar, di antaranya sosialisasi anti-bullying, pelatihan ecoprint, pemanfaatan botol bekas menjadi tabungan, hingga pelatihan pembuatan pembalut kain sebagai upaya mengurangi sampah sekali pakai.

Berdasarkan pengamatannya selama menjalankan KKN, Amran masih menemukan praktik pembakaran sampah nonorganik maupun pembuangan sampah ke sungai. Sementara itu, sebagian masyarakat telah memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk untuk kebutuhan pertanian.

“Harapan saya setelah KKN selesai, kegiatan seperti ini tetap berlanjut. Semoga masyarakat bisa terus berkolaborasi dengan Dieng Bersih, PIK Remaja, dan berbagai pihak lainnya untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PIK Cundamani Garwita Kelurahan Kejajar, Airina, mengaku senang kegiatan yang telah lama direncanakan akhirnya dapat terlaksana.

“Kegiatan hari ini seru. Kami sudah lama merencanakan kegiatan bersama Dieng Bersih dan Alhamdulillah akhirnya terlaksana. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Airina berharap kolaborasi tidak berhenti pada aksi bersih-bersih sungai, tetapi juga diikuti edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya di Dusun Krakal.

Menurut Airina, berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga, sebagian sampah yang ditemukan diduga berasal dari oknum di luar wilayah yang memanfaatkan lokasi sungai yang relatif sepi untuk membuang sampah. Meski demikian, ia menegaskan masyarakat dan perangkat setempat telah beberapa kali memberikan teguran kepada pelaku yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan kita sendiri, lalu siapa lagi?” pungkasnya. (Aris)