Wonosobo Gelar Monev Terpadu, Pastikan Pasokan Bapokting hingga LPG 3 Kg Aman

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) terpadu terhadap distribusi bahan pokok penting (bapokting), pupuk bersubsidi, dan tabung gas LPG 3 kilogram, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan harga, serta memastikan distribusi berbagai komoditas strategis tetap tepat sasaran.
Monitoring dilaksanakan secara serentak dengan membagi petugas ke dalam tiga tim yang menyasar sejumlah lokasi di Kabupaten Wonosobo. Masing-masing tim bertugas memantau kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi potensi persoalan yang berkaitan dengan ketersediaan barang, distribusi, maupun perkembangan harga.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh data aktual sebagai dasar penyusunan kebijakan apabila ditemukan kendala di lapangan.
“Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada tiga sektor, yaitu kondisi dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting), penyaluran dan realisasi penyerapan pupuk bersubsidi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), serta pengendalian harga dan pasokan tabung gas LPG 3 kilogram Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan dalam rangka menjamin stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, serta ketepatan sasaran penyaluran guna mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat,” ujar Lintang.
Tim pertama melakukan pemantauan di Pasar Kertek dan Pasar Induk Wonosobo dengan fokus pada perkembangan harga, ketersediaan stok, serta kelancaran distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
Sementara itu, tim kedua melakukan pemeriksaan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Pengawasan dilakukan mulai dari gudang pupuk di Selokromo, distributor, hingga agen penyalur di kawasan Pasar Induk Wonosobo.
Pemeriksaan meliputi aspek legalitas, administrasi penyaluran, kondisi penyimpanan, ketersediaan stok, kesesuaian alokasi, kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), hingga transparansi pelaporan distribusi. Selain itu, tim juga mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat penyaluran pupuk kepada petani.
Adapun tim ketiga melakukan pemantauan distribusi LPG 3 kilogram di SPBE Sawangan dan sejumlah agen resmi. Pengawasan difokuskan pada ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta kepatuhan terhadap harga eceran agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap gas bersubsidi sesuai ketentuan.
Hasil pemantauan di Pasar Kertek dan Pasar Induk Wonosobo menunjukkan sebagian besar komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat seiring dimulainya tahun ajaran baru sehingga permintaan sejumlah komoditas ikut meningkat.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai kenaikan harga masih berada pada batas yang wajar dan pasokan kebutuhan pokok secara umum tetap tersedia. Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam monitoring kali ini adalah daging sapi. Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging sapi telah mencapai sekitar Rp150 ribu per kilogram dan menunjukkan tren kenaikan sejak setelah Hari Raya Idulfitri.
Kenaikan tersebut diduga dipicu terbatasnya ketersediaan sapi siap potong di tingkat peternak, sehingga berdampak pada pasokan di pasar. Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama instansi terkait akan melakukan koordinasi lanjutan untuk merumuskan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan sekaligus menekan dampak kenaikan harga terhadap masyarakat.
Melalui monitoring dan evaluasi terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok, memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan sesuai ketentuan, serta menjamin ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat. Hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan lanjutan guna memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

