12 Juli 2026

Wonosobo Kembali Uji Varietas Bawang Daun Meland-1, Targetkan Jadi Benih Unggul Nasional

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali melaksanakan pengulangan uji keunggulan Varietas Bawang Daun Meland-1 di Kompleks Kebun Belajar dan Riset Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi tahapan lanjutan dalam proses pelepasan Meland-1 dari status Varietas Unggul Lokal menjadi Varietas Unggul Baru (VUB) yang nantinya dapat diproduksi dan dipasarkan secara lebih luas sebagai benih unggul nasional.

Koordinator Tim Peneliti BRIN, Dr. Retno Pangestuti, menjelaskan bahwa Meland-1 merupakan varietas bawang daun lokal hasil identifikasi dan karakterisasi yang telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada akhir 2024. Varietas tersebut kemudian memperoleh sertifikat sebagai Varietas Unggul Lokal pada awal 2025.

Menurutnya, sebelum dapat ditetapkan sebagai Varietas Unggul Baru, Meland-1 harus melalui serangkaian pengujian untuk membandingkan performanya dengan varietas bawang daun yang telah lebih dulu beredar di pasaran.

“Pada Oktober 2025 lalu kami telah melaksanakan uji keunggulan tahap pertama dengan pembanding varietas Bahana, Lara, dan Blis. Hasilnya menunjukkan bahwa Meland-1 memiliki ketahanan yang paling baik ketika dibudidayakan pada musim hujan,” jelas Retno.

Untuk melengkapi hasil penelitian tersebut, tahun ini BRIN kembali melakukan uji keunggulan pada musim kemarau. Pengujian dilakukan menggunakan varietas pembanding yang sama agar seluruh data yang diperoleh dapat dibandingkan secara objektif dan memenuhi kaidah ilmiah.

“Uji keunggulan yang kedua ini kami lakukan pada musim kemarau untuk melihat kemampuan adaptasi Meland-1 terhadap kondisi yang berbeda. Kami tetap menggunakan varietas Bahana, Lara, dan Blis sebagai pembanding sehingga data yang dihasilkan benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya.

Pengujian diawali dengan penanaman bibit bawang daun yang telah disemai selama 35 hari. Selama kurang lebih dua bulan ke depan, tim peneliti BRIN bersama Dispaperkan Kabupaten Wonosobo akan melakukan pengamatan terhadap berbagai parameter, mulai dari pertumbuhan tanaman, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan, ketahanan menghadapi musim kemarau, hingga potensi hasil panen.

Apabila sesuai jadwal, tanaman diperkirakan memasuki masa panen pada umur sekitar 65 hari setelah tanam. Selanjutnya seluruh hasil pengamatan akan dievaluasi sebagai dasar penilaian akhir sebelum Meland-1 diajukan untuk memperoleh izin pelepasan sebagai varietas unggul baru.

“Kami berharap hasil pengujian musim kemarau ini kembali menunjukkan performa yang baik sehingga Meland-1 memenuhi seluruh persyaratan pelepasan varietas. Semakin lengkap data yang diperoleh, semakin kuat dasar ilmiah untuk proses pelepasannya,” kata Retno.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama Satyani, berharap seluruh tahapan penelitian dapat berjalan sesuai rencana sehingga Meland-1 segera memperoleh izin pelepasan sekaligus izin edar pada tahun ini.

“Harapan kami, tahun ini Meland-1 sudah memperoleh izin pelepasan dan izin edar sehingga dapat dikembangkan secara lebih luas sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Wonosobo,” ujar Dwiyama.

Ia menilai kehadiran benih unggul lokal akan memberikan manfaat besar bagi petani karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah. Selain lebih sesuai dengan kondisi agroklimat Wonosobo, penggunaan benih lokal juga diharapkan mampu menekan biaya produksi.

“Selain dapat menekan biaya produksi, pengembangan benih bawang daun lokal ini juga diharapkan membantu petani dalam mengatur pola tanam sehingga mampu mengurangi potensi kerugian akibat fluktuasi harga maupun kelebihan produksi,” jelasnya.

Di sisi lain, Retno mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mengembangkan inovasi pertanian berbasis riset. Menurutnya, kolaborasi tersebut terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo.

“Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin semakin solid dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani di Wonosobo. Tahun ini Bappeda juga telah memberikan dukungan terhadap kegiatan riset yang kami lakukan. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak riset yang dapat kita laksanakan bersama sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Wonosobo secara umum,” pungkas Retno.

Pengembangan Varietas Meland-1 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam memperkuat kemandirian benih hortikultura melalui pemanfaatan potensi lokal yang didukung riset berkelanjutan. Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai rencana, Meland-1 diharapkan menjadi varietas bawang daun unggulan yang adaptif, produktif, dan mampu mendukung peningkatan daya saing sektor pertanian, baik di Wonosobo maupun secara nasional. (Diskominfo Wonosobo/Aris)