21 Juni 2026

SEKUT (SE-nya OKUT), Masa Depan Perekonomian Bumi Sebiduk Sehaluan

Oleh : Rillando Maranansha Noor, SE

Statistisi Ahli Muda BPS OKU Timur

KoranRakyat.co.id —Kabupaten OKU Timur adalah kisah tentang kerja keras yang tumbuh dari hamparan sawah, denyut pasar tradisional, dan semangat kewirausahaan masyarakatnya. Sebagai salah satu daerah agraris terkuat di Sumatera Selatan, OKU Timur dikenal luas sebagai lumbung pangan yang menopang ketahanan pangan daerah maupun nasional. Namun wajah ekonomi OKU Timur hari ini tidak lagi hanya tentang padi yang menguning di musim panen.

Di balik sektor pertanian yang menjadi tulang punggung, tumbuh pula ribuan usaha perdagangan, jasa, industri rumah tangga, peternakan, perikanan, transportasi, konstruksi, hingga usaha berbasis teknologi yang mulai menjangkau masyarakat pedesaan. Aktivitas ekonomi bergerak dari pasar-pasar tradisional hingga toko daring, dari usaha keluarga berskala kecil hingga badan usaha yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Keragaman inilah yang menjadikan perekonomian OKU Timur begitu dinamis, sekaligus menyimpan potensi besar yang perlu dikenali dan dikelola dengan baik.

bps Geliat perdagangan, jasa, transportasi, konstruksi, industri rumah tangga, hingga ekonomi digital terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman. Pasar-pasar tradisional tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, meski mungkin tak seramai dulu dan tampak beberapa kios yang tutup, beberapa pedagang khususnya pedagang pakaian, tas dan alas kaki telah mengikuti perkembangan zaman dengan berjualan secara online. Sementara pelaku UMKM hadir sebagai denyut nadi yang menggerakkan ekonomi hingga ke pelosok desa, terutama UMKM kuliner yang semakin menjamur dengan berbagai produk kuliner kekinian.

Beberapa daerah yang dikenal sebagai sentra industri rumah tangga seperti Banumas dan Banuayu dengan produk gentengnya yang telah dikenal sejak lama hingga saat ini di saat pemerintah menggalakkan gentengisasi tetap bertahan dengan ciri khas usahanya. Pembangunan infrastruktur yang semakin baik membuka akses distribusi barang dan jasa yang lebih luas, menciptakan peluang investasi dan mendorong pertumbuhan usaha baru. Dengan jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas, serta karakter ekonomi yang beragam, OKU Timur memiliki modal yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi regional yang semakin kompetitif di masa mendatang.

Namun pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan potensi. Ia membutuhkan peta yang jelas agar arah kebijakan tidak sekadar berdasarkan perkiraan. Di sinilah Sensus Ekonomi menemukan perannya. Dalam perjalanan pembangunan bangsa, data menjadi fondasi utama dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, pemerintah secara berkala melaksanakan sensus untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan menyeluruh terhadap seluruh unit usaha yang menghasilkan barang dan jasa di suatu wilayah.

Jika Sensus Penduduk memotret siapa dan berapa jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah, maka Sensus Ekonomi memotret bagaimana masyarakat menggerakkan roda perekonomian. Melalui sensus ini, negara berupaya melihat wajah ekonomi secara utuh, mulai dari usaha mikro di pelosok desa hingga perusahaan besar yang menjadi penggerak ekonomi regional. Dengan kata lain, Sensus Ekonomi adalah cermin yang memperlihatkan kondisi nyata perekonomian bangsa dan daerah.

Sensus Ekonomi 2026 hadir dengan tujuan yang sangat strategis. Pertama, menyediakan data dasar yang lengkap mengenai seluruh aktivitas usaha di Indonesia, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar. Implementasinya dilakukan melalui pendataan langsung ke rumah tangga dan pelaku usaha sehingga tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewatkan. Kedua, memetakan potensi ekonomi menurut wilayah dan sektor usaha. Hasilnya akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam menentukan sektor unggulan yang layak dikembangkan.

Ketiga, menyediakan kerangka sampel untuk berbagai survei ekonomi pada tahun-tahun berikutnya sehingga menghasilkan statistik yang lebih akurat dan efisien. Keempat, menggambarkan transformasi ekonomi yang sedang berlangsung, termasuk pertumbuhan usaha berbasis digital, ekonomi kreatif, dan model bisnis baru yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan investasi informasi untuk pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Tujuan Sensus Ekonomi tidak hanya sebatas menghitung jumlah usaha. Lebih dari itu, sensus ini bertujuan menyediakan data dasar yang lengkap mengenai struktur dan karakteristik ekonomi, memetakan persebaran aktivitas usaha, mengidentifikasi sektor-sektor unggulan, serta mengukur kemampuan ekonomi suatu wilayah. Data tersebut menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan, perencanaan investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga pemerataan pertumbuhan ekonomi. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko berjalan tanpa arah yang jelas. Sebaliknya, dengan data yang lengkap dan terpercaya, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi OKU Timur, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk mengungkap potensi yang selama ini mungkin belum sepenuhnya terlihat. Daerah ini memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian, industri pengolahan hasil pertanian, perdagangan, peternakan, perikanan, serta UMKM yang tersebar hampir di setiap desa. Bahkan perkembangan ekonomi kreatif dan usaha berbasis digital mulai menunjukkan geliat yang menjanjikan. Namun potensi yang besar hanya dapat dikelola secara optimal apabila didukung oleh data yang akurat. Melalui Sensus Ekonomi, pemerintah dapat mengetahui lokasi konsentrasi usaha, jumlah tenaga kerja yang terserap, sektor yang tumbuh pesat, hingga wilayah yang masih memerlukan dukungan pembangunan ekonomi.

Dari data tersebut dapat lahir berbagai kebijakan strategis, seperti pengembangan sentra UMKM, pembangunan kawasan industri berbasis komoditas unggulan, peningkatan akses permodalan usaha, penguatan infrastruktur distribusi, penyusunan program pelatihan tenaga kerja, pengembangan ekonomi digital desa, hingga kebijakan investasi yang lebih terarah.

Data sensus juga dapat membantu pemerintah daerah memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata dan berkelanjutan. Melalui Sensus Ekonomi, seluruh aktivitas tersebut akan dipotret secara menyeluruh sehingga dapat menjadi dasar lahirnya berbagai kebijakan strategis, mulai dari pembangunan sentra usaha, peningkatan akses permodalan, pengembangan kawasan industri berbasis komoditas unggulan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Pada akhirnya, masa depan ekonomi OKU Timur tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan membaca dan memahami potensi tersebut melalui data yang akurat. Sensus Ekonomi 2026 adalah upaya bersama untuk memastikan bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, memiliki arti dalam perencanaan pembangunan. Sebab di balik setiap data terdapat cerita tentang kerja keras masyarakat, harapan para pelaku usaha, dan cita-cita daerah untuk tumbuh lebih maju.

Maka, Ketika petugas sensus datang, sesungguhnya mereka tidak hanya sedang mengumpulkan data, tetapi sedang membantu menyusun peta masa depan perekonomian Bumi Sebiduk Sehaluan. SEKUT alias SE nya OKUT Adalah masa depan ekonomi Bumi Sebiduk Sehaluan di masa depan, data akurat harin ini adalah fondasi kesejahteraan esok hari. Karena ketika data bicara, masa depan ekonomi akan menemukan arahnya. (*)