21 Mei 2026

Hari Kebangkitan Nasional 2026, Wonosobo Teguhkan Semangat Persatuan dan Transformasi Digital

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 di halaman Pendopo Selatan, Rabu (20/05/2026).

Momentum tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat semangat persatuan, inovasi, serta kemandirian bangsa dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus berubah.

Dalam upacara tersebut, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI. Ia menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi pengingat sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kolektif menghadapi tantangan masa depan.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan keberanian beradaptasi menghadapi tantangan masa depan,” ucapnya.

Ia menyampaikan, kebangkitan nasional di era saat ini perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan literasi digital, hingga percepatan transformasi pelayanan publik yang adaptif dan inklusif.

“Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908,” imbuhnya.

Menurutnya, lahirnya Boedi Oetomo menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran berbangsa di kalangan pribumi terpelajar. Perjuangan yang sebelumnya bersifat kedaerahan mulai diarahkan melalui pemikiran, organisasi, dan diplomasi demi mewujudkan bangsa yang berdaulat dan bermartabat.

Ia juga menjelaskan bahwa secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan proses yang terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas bangsa. Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini pun telah berubah, dari persoalan kedaulatan wilayah menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” pungkasnya.

Selain pelaksanaan upacara bendera, rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga diisi dengan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Wonosobo. Kegiatan tersebut diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga serta tabur bunga oleh jajaran Forkopimda bersama peserta ziarah.

Ziarah nasional tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah serta kemajuan Indonesia. (Diskominfo Wonosobo/Aris)