5 Juni 2026

Wonosobo Optimistis Kampung KB Mandiri Kencana Raih Prestasi Tingkat Provinsi

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) hingga tingkat desa.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat menghadiri wawancara Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Ruang Command Center Setda Wonosobo, Senin (11/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Afif menegaskan bahwa pembangunan keluarga memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan keluarga bukan hanya menjadi program sektoral, melainkan pondasi strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ungkap Afif.

Menurutnya, proses penilaian tingkat provinsi menjadi momentum penting bagi Kabupaten Wonosobo untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun kualitas keluarga secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga telah menerbitkan sejumlah regulasi strategis sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Beberapa regulasi tersebut di antaranya Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 54 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, Instruksi Bupati tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, hingga Keputusan Bupati mengenai pembentukan Tim Koordinasi Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung KB.

Berdasarkan data pemerintah daerah, sejak tahun 2024 seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Wonosobo telah memiliki Kampung Keluarga Berkualitas. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan keluarga hingga tingkat paling bawah.

Salah satu Kampung KB unggulan yang dimiliki Kabupaten Wonosobo adalah Kampung KB “Mandiri Kencana” di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosobo. Kampung tersebut dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Mandiri Kencana memiliki semangat besar untuk melahirkan masyarakat yang aktif bergotong royong, inovatif dalam mengatasi persoalan sosial, serta mampu mencetak generasi penerus yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Afif juga menjelaskan, secara filosofis nama “Mandiri Kencana” mengandung makna mendalam. Kata “Mandiri” melambangkan kekuatan internal, kemampuan berdiri sendiri, dan keteguhan masyarakat. Sedangkan “Kencana” yang berasal dari bahasa Jawa kuno berarti emas, menggambarkan sesuatu yang bernilai tinggi dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas penghargaan yang diberikan kepada Kampung KB di Kabupaten Wonosobo sebagai Kampung KB Terbaik I Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 dan 2025.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab bagi Kabupaten Wonosobo untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Kampung KB di seluruh wilayah.

“Kami berharap Kampung KB Mandiri Kencana Desa Wonosari kembali mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Wonosobo di tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026,” lanjutnya.

Desa Wonosari sendiri dipilih mewakili Kabupaten Wonosobo karena dinilai memiliki inovasi serta sinergitas yang kuat dalam menjalankan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Selama proses wawancara virtual bersama tim penilai Provinsi Jawa Tengah, dipaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan Kampung KB Mandiri Kencana. Program tersebut meliputi penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga integrasi layanan sosial berbasis gotong royong.

Sementara itu, Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno S, menjelaskan bahwa Tim Koordinasi Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas memiliki tugas melakukan koordinasi lintas sektor guna mengoptimalkan penyelenggaraan Kampung KB melalui integrasi dan konvergensi program antarperangkat daerah.

Menurutnya, DPPKBPPPA bersama lintas sektor terus memperkuat pembinaan, kerja sama, dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh elemen pendukung pembangunan keluarga.

Pembinaan terhadap kelompok kerja Kampung KB juga dilakukan secara rutin minimal empat kali dalam setahun. Setiap triwulan memiliki fokus pembinaan berbeda, mulai dari penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM), penguatan pelaksanaan program, evaluasi pembinaan, hingga evaluasi menyeluruh beserta rekomendasi perbaikan.

Hasil pembinaan tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, dari total 265 Kampung KB di Kabupaten Wonosobo, sebanyak 231 Kampung KB atau 88 persen masuk klasifikasi berkelanjutan, 18 Kampung KB atau 6,7 persen klasifikasi mandiri, 11 Kampung KB atau 4,1 persen berkembang, dan hanya 5 Kampung KB atau 1 persen masih berada pada klasifikasi dasar.

Selain penguatan kelembagaan, Kampung KB Mandiri Kencana juga menunjukkan capaian positif dalam program keluarga berencana. Tingkat kesertaan KB di Desa Wonosari tercatat mencapai 83 persen dengan peningkatan signifikan selama kurun waktu 2016 hingga 2025.

Pada tahun 2016 tercatat terdapat 142 pasangan usia subur (PUS) dengan 114 peserta KB. Sementara pada tahun 2025 jumlah PUS meningkat menjadi 715 pasangan dengan total peserta KB mencapai 593 orang. Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) maupun non-MKJP juga mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari pembangunan keluarga berkualitas. (Diskominfo Wonosobo/Aris)