10 Juni 2026

Dinkes Wonosobo Perkuat Percepatan Imunisasi untuk Tekan Anak Zero Dose

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memperkuat upaya peningkatan cakupan imunisasi guna melindungi kesehatan anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, kegiatan Pertemuan Advokasi Percepatan Imunisasi Rutin untuk Penurunan Zero Dose dan Introduksi Vaksin Baru digelar di Gedung IBI Kabupaten Wonosobo, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan Wonosobo, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro (LPPM UNDIP), serta UNICEF sebagai bentuk langkah strategis dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat di daerah.

Perwakilan LPPM UNDIP, Ayun Sriatmi, menjelaskan bahwa kegiatan advokasi tersebut dilatarbelakangi oleh masih munculnya wabah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi lengkap, salah satunya campak.

“Tujuan dari kegiatan ini salah satunya untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan pemerintah, dinas kesehatan, hingga tingkat desa agar semua anak di Wonosobo terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” ungkapnya.

Ia menyebut, sejumlah persoalan strategis masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan imunisasi, di antaranya ketimpangan cakupan imunisasi antarwilayah, tingginya jumlah anak zero dose pada kelompok rentan, hingga akses layanan imunisasi yang belum optimal.

Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) akibat akumulasi anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Dampak lainnya adalah meningkatnya beban ekonomi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan, menyampaikan bahwa capaian imunisasi di Kabupaten Wonosobo saat ini masih tergolong rendah sehingga diperlukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.

Dalam dua tahun terakhir, cakupan imunisasi di Wonosobo juga mengalami penurunan. Berdasarkan data yang disampaikan, capaian imunisasi pada tahun 2024 berada di angka 66,75 persen dan turun menjadi 58,7 persen pada tahun 2025.

“Advokasi ini sebagai upaya mengidentifikasi wilayah atau kelompok masyarakat yang sulit dijangkau agar petugas kesehatan bisa melakukan “Imunisasi Kejar” untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat,” imbuhnya.

Jaelan menambahkan, salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah penanganan anak zero dose, yakni anak-anak yang belum pernah memperoleh imunisasi dasar maupun imunisasi lengkap. Kondisi itu dinilai berisiko tinggi karena anak tidak memiliki kekebalan dasar terhadap penyakit berbahaya.

“Berdasarkan data, tahun 2025 terdapat 163.942 anak Zero Dose di wilayah Jawa Tengah,” tambahnya.

Sebagai upaya mendukung percepatan imunisasi, Pemerintah Kabupaten Wonosobo saat ini telah menyediakan berbagai fasilitas layanan imunisasi yang tersebar di wilayah daerah. Layanan tersebut meliputi 24 puskesmas, lima rumah sakit, praktik dokter dan bidan, klinik mandiri, hingga pos layanan imunisasi di 265 desa melalui Posyandu.

Keberhasilan program imunisasi dinilai tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga pembangunan daerah secara menyeluruh. Peningkatan imunisasi diyakini mampu mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), produktivitas masyarakat, penurunan beban kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Diskominfo Wonosobo/Aris)