31 Mei 2026

Jalan Pintas Gelar “Niskala Rupa”, Eksplorasi Seni Topeng di Kampung Sruni Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Jalan Pintas menggelar kegiatan bertajuk “Niskala Rupa”, sebuah program eksplorasi seni dan budaya yang berfokus pada seni topeng serta lingkungan sosial masyarakat kampung seni.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, (12/4/2026), pukul 08.30–12.00 WIB di rumah Bondet Wibowo di Kampung Sruni, Wonosobo, Jawa Tengah. Bondet Wibowo yang dikenal juga dengan nama panggilan Mas Bowo merupakan salah satu seniman topeng ternama di Wonosobo.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Jalan Pintas dan Youth Culture Fest. Dalam kegiatan ini, Bondet Wibowo memberikan edukasi sekaligus berbagi pengalaman langsung kepada para peserta.

Sebanyak 34 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki minat pada seni, budaya, dan isu sosial. Peserta berasal dari berbagai daerah, termasuk Wonosobo, Salatiga, Kebumen, dan Temanggung.

Ketua Komunitas Jalan Pintas, Pratika Indah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami ingin mengenalkan seni topeng tidak hanya sebagai karya, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta bisa belajar langsung dari lingkungan dan pelaku seninya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan jelajah kampung menjadi cara efektif untuk membangun kedekatan peserta dengan nilai-nilai budaya.

“Dengan mengajak peserta masuk ke kampung seni, melihat langsung proses kreatif, hingga praktik melukis topeng, kami berharap ada pengalaman yang membekas dan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya,” tambahnya.

Melalui “Niskala Rupa”, peserta diajak untuk mengenal dan melestarikan seni topeng, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk jelajah kampung seni, edukasi tentang filosofi topeng, hingga praktik melukis topeng pada media souvenir gantungan kunci berbahan kayu.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun kedekatan peserta dengan nilai budaya serta makna di balik karya seni tradisi. Hal tersebut diperkuat dengan pengalaman langsung di lingkungan Kampung Sruni yang memiliki karakter pemukiman khas dan sarat nilai kearifan lokal.

Kampung Seni Sruni sendiri dikenal sebagai ruang kreatif berbasis masyarakat yang aktif menghidupkan kembali praktik seni tradisi, khususnya seni topeng. Kampung ini menjadi wadah berkumpulnya para seniman sekaligus ruang belajar terbuka bagi publik untuk memahami proses kreatif, filosofi, dan nilai budaya yang hidup di dalamnya.

Melalui kegiatan seperti “Niskala Rupa”, Kampung Sruni tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga bagian penting dari pengalaman belajar yang kontekstual dan berakar pada kehidupan masyarakat setempat.

Jalan Pintas selanjutnya akan mengadakan kegiatan bertema kuliner yang tetap mengusung konsep “jalan-jalan” sebagai pendekatan eksplorasi budaya. (Aris)