Pemkab Wonosobo Resmikan JALISER, Siap Urai Kemacetan dan Lancarkan Mudik

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo meresmikan operasional Jalan Lingkar Selatan Kertek (JALISER) yang berada di Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek, pada Senin (16/3/2026).
Jalur sepanjang 1,03 kilometer ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Pasar Kertek sekaligus mendukung kelancaran arus mudik tahun 2026.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang telah melalui proses panjang.
“Hari ini kita berdiri di sini bukan hanya melihat hasil pembangunan ruas jalan, tetapi menyaksikan hasil dari kerja bersama, doa, harapan, dan perjuangan banyak pihak,” ujarnya dalam acara tasyakuran.
Afif menjelaskan, kawasan Pasar Kertek selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi yang cukup aktif di Kabupaten Wonosobo.

Tingginya mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas perdagangan kerap memicu kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Sebagai solusi, pemerintah daerah menghadirkan Jalan Lingkar Selatan Kertek sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di sekitar pasar. Jalan ini memiliki panjang sekitar 1,03 kilometer dengan lebar lima meter serta dilengkapi dua jembatan guna menunjang kelancaran akses kendaraan.
Ia menambahkan, pembangunan jalur tersebut tidak berlangsung secara instan. Prosesnya telah dimulai sejak tahun 2011, diawali dengan pengadaan lahan hingga penataan kawasan.
“Ini adalah hasil dari kesabaran, konsistensi, dan kerja bersama yang dibangun melalui proses panjang selama bertahun-tahun,” katanya.
Salah satu komponen penting dalam proyek ini adalah pembangunan Jembatan Kali Paat yang berada di ruas Lingkar Selatan Kertek, dengan dukungan anggaran bantuan provinsi sekitar Rp3,5 miliar.
Selanjutnya, melalui APBD sekitar Rp1,8 miliar dilakukan pengaspalan dua lapis, pembangunan bahu jalan berbahan beton, serta pemasangan marka jalan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Afif juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif mendukung pembangunan, termasuk dalam proses pembebasan lahan.
“Dukungan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan daerah akan berjalan lebih kuat ketika pemerintah dan masyarakat melangkah bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menyampaikan bahwa total anggaran pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Proyek ini dikerjakan secara bertahap sejak 2018 hingga 2026, di luar biaya pembebasan lahan yang telah dilakukan pada 2011.

Di sepanjang jalur tersebut juga telah dibangun dua jembatan yang memperkuat konektivitas antarwilayah. Jalan ini menghubungkan ruas Kertek–Selomerto dengan jalan nasional Wonosobo–Parakan, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemudik yang melintas.
Ia menambahkan, keberadaan jalur ini juga akan mendukung penerapan rekayasa lalu lintas oleh kepolisian dan Dinas Perhubungan saat terjadi kepadatan di kawasan Pasar Kertek.
Selain berfungsi untuk mengurai kemacetan, jalan lingkar ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Kertek dan sekitarnya.
Dengan akses yang semakin lancar, distribusi barang serta mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih efisien, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan jalan tersebut secara tertib serta ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun bersama. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
