21 April 2026

Pemkab Wonosobo Perkuat Pengamanan Mudik, Bupati Tinjau Posko di Titik Strategis

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Menyambut arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Wakil Bupati Amir Husein bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah terkait melakukan peninjauan ke sejumlah Posko Terpadu Pengamanan dan Pelayanan, Senin (16/3/2026).

Kegiatan pemantauan tersebut menyasar beberapa lokasi strategis, di antaranya Pospam Kertek, Pospam Terminal Mendolo, Pospam Terminal Sawangan, serta Pos Terpadu Alun-Alun Wonosobo. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menjamin keamanan, kenyamanan, serta kelancaran arus lalu lintas sebelum, saat, hingga pasca Lebaran.

Dalam keterangannya, Bupati Afif menegaskan bahwa kehadiran posko terpadu menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat, khususnya para pemudik dari luar daerah.

“Pospam sudah kami siapkan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga masyarakat. Semua terlibat untuk menyiapkan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik, khususnya yang datang dari Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain berfungsi sebagai pusat pengamanan, posko juga menyediakan layanan bantuan bagi pemudik selama perjalanan, mulai dari fasilitas kesehatan hingga penyediaan obat-obatan.

Bupati juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas posko apabila mengalami kendala, termasuk kesulitan mendapatkan transportasi lanjutan.

“Kalau ada pemudik yang kesulitan mencari ojek atau membutuhkan bantuan lainnya, silakan melapor ke posko. Petugas siap membantu,” kata Afif.

Sejumlah pos pengamanan ditempatkan di titik-titik vital jalur mudik, termasuk kawasan Kertek yang dikenal rawan kemacetan. Personel yang bertugas merupakan gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, PMI, serta tenaga kesehatan, mengingat kawasan tersebut menjadi titik turun banyak pemudik sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai kecamatan di Wonosobo.

“Banyak penumpang dari Jakarta turun di Kertek sebelum menuju wilayah seperti Sukoharjo, Leksono, Kaliwiro, Wadaslintang, hingga Kalibawang. Karena itu posnya dibuat lebih luas agar pemudik bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum dijemput keluarga,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan posko juga membantu menjaga keamanan barang bawaan pemudik agar tetap aman selama perjalanan.

Pada tahun ini, Polres mendirikan tujuh titik Pospam dan Posyan, meliputi Pospam Dieng, Pospam Gardu Pandang, Pospam Telaga Menjer, Pos Terpadu Alun-Alun Wonosobo, Pospam Simpang Empat Kertek, Posyan Terminal Mendolo, serta Pospam Terminal Sawangan, ditambah puluhan titik strong point.

Penambahan pos pengamanan turut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan ke kawasan Dieng Plateau selama libur Lebaran.

“Tahun lalu arus menuju Dieng sangat tinggi. Karena itu tahun ini kami menambah pos pengamanan di beberapa titik seperti Garung dan Gardu Pandang sebagai langkah antisipasi,” ungkap Afif.

Untuk mengurai potensi kemacetan di kawasan Kertek yang kerap menjadi titik penyempitan arus lalu lintas, pemerintah daerah juga menyiapkan jalur alternatif.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka jalur Lingkar Selatan Kertek yang menghubungkan Semayu hingga Karangluhur.

“Insyaallah jalur lingkar selatan Kertek akan segera dioperasionalkan. Jika jalur utama padat, pengendara bisa beralih ke jalur tersebut sehingga diharapkan mampu mengurangi kemacetan di titik tertentu,” jelasnya.

Selain jalur tersebut, alternatif lain juga disiapkan melalui Kalikajar menuju Selomerto, serta jalur baru menuju Dieng melalui Watumalang, Binangun, Kalidesel hingga Sigunung.

Tahun ini, tersedia sembilan unit bus mudik gratis hasil kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan Baznas untuk mengangkut pemudik menuju Wonosobo. Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan program tersebut.

Terkait infrastruktur, Bupati Afif menyampaikan bahwa perbaikan jalan berlubang telah menjadi prioritas sejak awal Ramadan, khususnya di jalur mudik dan akses menuju kawasan wisata.

“Prioritas kami adalah jalan yang menjadi jalur alternatif transportasi jelang Idulfitri dan akses menuju destinasi wisata, karena saat Lebaran banyak masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata maupun wisata religi,” katanya.

Perbaikan jalur ekonomi antar desa yang mengalami kerusakan juga direncanakan akan dilakukan secara bertahap setelah Idulfitri.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, terdapat indikasi penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun data resmi masih menunggu rilis dari instansi terkait.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiagakan seluruh personel di posko sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami bersama Forkopimda sudah melakukan berbagai pengecekan. Silakan pemudik pulang ke Wonosobo dengan hati gembira karena kami siap menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya. (Diskominfo Wonosobo/Aris)