BAZNAS Wonosobo Rayakan HUT ke-25 dengan Pentasharufan Zakat Rp79,5 Juta

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonosobo memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar acara tasyakuran dan pentasharufan zakat di Halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 175 tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah, organisasi keagamaan, hingga penerima manfaat.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, kepala dinas dan instansi terkait, pengurus organisasi Islam di Islamic Centre Kabupaten Wonosobo, Kepala Desa Mergosari, serta para mustahik penerima bantuan BAZNAS.
Dalam rangka peringatan HUT ke-25 tersebut, BAZNAS Kabupaten Wonosobo melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan pentasharufan zakat. Pada kegiatan yang digelar hari ini, BAZNAS menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp79.500.000.
Bantuan tersebut meliputi perlengkapan membatik bagi para santri senilai Rp30.000.000, bantuan sarana dan prasarana bagi pedagang pakulinan sebesar Rp15.000.000, bantuan alat pelindung diri (APD) untuk para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) senilai Rp4.500.000, serta bantuan mesin jahit bagi peserta pelatihan menjahit dengan nilai Rp30.000.000. Seluruh bantuan ini difokuskan pada bidang kemanusiaan melalui program Wonosobo Peduli dan bidang ekonomi melalui Wonosobo Makmur Sejahtera.
Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Kabupaten Wonosobo juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakerintrans)–BLK Kabupaten Wonosobo untuk menyelenggarakan pelatihan menjahit. Pelatihan tersebut berlangsung mulai 19 hingga 26 Januari 2026 dan secara resmi dibuka oleh Bupati Wonosobo.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa peringatan HUT BAZNAS ke-25 menjadi momentum penting untuk mengingat kembali peran strategis zakat dalam pembangunan daerah.
“Hari ini kita baru saja melaksanakan Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS yang ke-25. Di sini kita mengingat akan pentingnya zakat bagi pembangunan bangsa dan negara, bagaimana memperkuat perekonomian, serta di Kabupaten Wonosobo bagaimana sinergitas untuk mewujudkan Wonosobo yang sejahtera,” ujar Afif.
Ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS sangat strategis, khususnya dalam mendorong kesadaran berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Alhamdulillah kesadaran untuk berzakat terus tumbuh dan hari ini capaiannya sudah di angka 55 persen. Ini masih menjadi PR karena harapannya setiap tahun akan terus bertambah, sebab manfaat zakat itu nyata dan bisa langsung dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Afif juga mencontohkan berbagai program BAZNAS yang dinilainya tepat sasaran, mulai dari pelatihan membatik bagi santri, pembinaan UMKM pakulinan, hingga bantuan APD bagi pekerja di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Wonorejo.
“Oleh sebab itu kepada seluruh masyarakat, mari bersama-sama membantu warga yang membutuhkan melalui gerakan zakat, infaq, dan sedekah. Insya Allah kita bisa meringankan beban masyarakat yang hari ini membutuhkan,” katanya.
Terkait arah kebijakan, Afif menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS selalu disinergikan dengan program Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
“Hari ini kita fokus mengentaskan kemiskinan dan menekan angka stunting. Upayanya melalui pelatihan dan pemberdayaan, seperti menjahit, tata boga, hingga keterampilan lainnya, agar masyarakat rentan miskin memiliki pekerjaan dan ekonomi keluarga menjadi kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Wonosobo, Priyo Purwanto, mengungkapkan capaian pengumpulan zakat dan infaq sepanjang tahun 2025.
“Untuk tahun 2025 kemarin kami memperoleh zakat sekitar Rp7 miliar, dan perencanaan kami di tahun 2026 bisa mencapai Rp8 miliar,” ujarnya.
Priyo menambahkan bahwa pentasharufan zakat dilakukan berdasarkan asnaf dan program yang telah ditetapkan.
“Kami memiliki lima program utama dan insya Allah semuanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin,” katanya.
Lima program tersebut meliputi Wonosobo Cerdas untuk bidang pendidikan, Wonosobo Sehat di bidang kesehatan, Wonosobo Peduli, Wonosobo Makmur Sejahtera, dan Wonosobo Taqwa.
“Untuk capaian zakat yang saat ini baru sekitar 55 persen, kami optimistis ke depan akan terus meningkat. Kami sudah bertekad, insya Allah tidak lama lagi akan naik,” pungkasnya.
Dengan semangat HUT ke-25, BAZNAS Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengelola zakat secara amanah dan profesional. Melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, zakat diharapkan semakin berperan dalam menekan angka kemiskinan, memperkuat ekonomi keluarga, serta mendorong terwujudnya Wonosobo yang sejahtera dan berkeadilan. (Aris)
