13 Mei 2026

Refleksi Kinerja 2025, Bupati Wonosobo Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencatatkan sejumlah capaian penting melalui berbagai penghargaan dan prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional. Beragam pengakuan tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam acara Refleksi Kinerja Pemerintah Kabupaten Wonosobo Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Selatan, Rabu (31/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya tahun anggaran sekaligus forum evaluasi bersama atas pelaksanaan pembangunan daerah sepanjang 2025.

“Momentum hari ini bukan sekadar menutup kalender kerja. Ini adalah ruang kejujuran untuk melihat capaian yang telah kita raih, mengakui apa yang masih perlu kita benahi, serta meneguhkan kembali arah langkah kita ke depan,” tegas Afif.

Bupati menilai, berbagai keberhasilan yang diraih tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari semangat gotong royong serta kolaborasi lintas elemen yang dibangun melalui kepercayaan dan komunikasi yang sehat.

Meski demikian, Afif menekankan bahwa deretan penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, capaian itu justru menjadi pengingat agar kepercayaan publik terus dijaga dan kualitas pelayanan publik ditingkatkan secara konsisten.

Di sisi lain, ia secara terbuka mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi, salah satunya keterbatasan fiskal daerah yang berdampak pada percepatan pembangunan infrastruktur. Kondisi tersebut menuntut perencanaan yang lebih matang, inovasi dalam pengelolaan anggaran, serta penetapan prioritas pembangunan yang semakin tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Pada sektor agrobisnis, Bupati menegaskan bahwa peningkatan produksi pertanian harus berjalan seiring dengan penerapan praktik ramah lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan petani tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Sementara di bidang pariwisata, kekayaan alam dan budaya Wonosobo dinilai perlu dikelola secara berkelanjutan. Berbagai inovasi pengelolaan dan promosi terus dilakukan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat citra Wonosobo sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan berkesan.

Bupati juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, seperti kemiskinan, stunting, anak tidak sekolah, keterbatasan akses air bersih, serta pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Afif turut menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Wonosobo menunjukkan tren peningkatan. Namun demikian, posisi Wonosobo yang masih berada di peringkat bawah secara nasional menjadi pengingat bahwa upaya pembangunan harus terus dilanjutkan.

“IPM bukan sekadar angka statistik, tetapi cermin kehidupan sehari-hari masyarakat. Peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan harus terus kita dorong secara simultan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Afif mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga semangat sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun, serta menyongsong tahun 2026 dengan semangat pengabdian yang lebih jujur, berani, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas kinerja dan semangat gotong royong seluruh elemen selama 2025. Ia menilai, berbagai prestasi yang diraih merupakan hasil kerja kolektif yang perlu dijadikan bahan refleksi agar setiap capaian benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Refleksi pembangunan tersebut turut diperkaya dengan pandangan dan testimoni dari berbagai unsur masyarakat. Dari sektor infrastruktur, Asnafi menyampaikan bahwa pembangunan yang dilakukan telah memberikan manfaat nyata terhadap aksesibilitas dan mobilitas warga.

Sektor ekonomi kreatif dan disabilitas disampaikan oleh Nunung, pengrajin Batik Shanding, yang mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM serta upaya mendorong inklusivitas bagi penyandang disabilitas. Dari sektor pariwisata, Ketua BPPD Kabupaten Wonosobo Andra Barada menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing pariwisata daerah.

Perwakilan Generasi Z dan pemuda, Almira dari Forkos Wonosobo, mendorong adanya ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak muda dalam pembangunan daerah. Sementara itu, tokoh masyarakat, agama, dan pendidikan, Ketua FKUB Kabupaten Wonosobo sekaligus Rektor UNSIQ Dr. H. Zaenal Sukawi, M.A., menekankan pentingnya harmoni sosial, nilai keagamaan, serta pendidikan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Dari unsur perempuan dan BUMD, Direktur Utama Bank Wonosobo Galih Pambajeng menyampaikan komitmen BUMD dalam mendukung penguatan ekonomi daerah serta pemberdayaan perempuan. Sementara perwakilan media, Agus Supriyadi, menegaskan peran strategis pers dalam mengawal pembangunan serta menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menyerahkan berbagai penghargaan kinerja kepada perangkat daerah, kecamatan, desa, serta pihak-pihak lain yang dinilai berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah sepanjang tahun 2025.

Melalui kegiatan refleksi ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan pembangunan yang semakin inklusif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat pada tahun-tahun mendatang. (Aris)