1 Mei 2026

WO AP di Jaktim Dipolisikan, Terima Uang Resepsi tapi Tak Sajikan Makanan

Jakarta| KoranRakyat.co.id —- Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita (AP) di Jakarta Timur (Jaktim) dipolisikan si pemakai jasa karena ingkar janji yang telah disepakati untuk acara pernikahan atau resepsi.

Diwartakan detikNews, Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan terkait dugaan penipuan yang dilakukan wedding organizer (WO) Ayu Puspita. Dalam laporan itu, polisi menyebut pihak WO mengingkari kesepakatan dengan tidak menghadirkan makanan pada hari pernikahan klien.

“Kronologinya yaitu, WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan acara pernikahan atau resepsi, kemudian pada hari H-nya tidak terlaksana sesuai dengan kesepakatan. Salah satu contoh yaitu makanan yang harusnya dihadirkan pada saat pesta tersebut tidak datang,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz kepada wartawan, Senin (8/12/2025).
Erick menyebut, hal itu membuat para korban mengeluh. Katanya beberapa orang sudah melaporkan hal serupa ke Polres Jakarta Utara.
“Sehingga menimbulkan komplain dari para korban, dan korban membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Utara,” jelas dia.
Dia melanjutkan, polisi masih melakukan pemeriksaan terkait hal yang dilaporkan. Nantinya polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kasus berlanjut hingga terdapat tersangka atau tidak.
“Kemudian nanti setelah selesai pemeriksaan tentunya akan dilakukan gelar perkara untuk naik ke penyidikan dan apakah bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka,” imbuhnya.
Erick menambahkan, saat ini masih banyak pihak yang berdatangan ke Polres Jakarta Utara. Mereka melaporkan hal yang sama terkait dugaan penipuan WO Ayu Puspita.
“Termasuk dari korban, yang lain juga masih berdatangan, ternyata banyak korban yang menjadi korban dari WO tersebut,” kata dia.
Digeruduk Korban
Pemilik WO Ayu Puspita sebelumnya digeruduk sejumlah klien karena diduga melakukan penipuan. Owner WO kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.
“Memang betul kejadian itu. Tapi korbannya banyak, ada yang dari Cileungsi, Bogor, Cimanggis, Bekasi, dan ada juga yang datang ke sini (Polsek Cipayung). Karena sudah ada laporan di Polda, korban-korban itu langsung diarahkan ke Polda Metro,” kata Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Edy Handoko, seperti dilansir Antara, Senin (8/12).
Menurut informasi, yang diterimanya, penggerudukan pemilik WO itu terjadi pada Minggu (7/12) sore. Korban yang merasa dirugikan ramai-ramai mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku lalu membawanya ke Polda Metro Jaya.
“Minggu sore digerebek banyak orang. Terus dibawa ke Polda langsung. Saya sempat tanya ke piket, apakah penggerebekan dilakukan Polsek, tapi ternyata bukan dari kami,” ujarnya.
Edy mengatakan belum ada laporan terkait penipuan WO Ayu Puspita ke Polsek Cipayung. Dia mengatakan laporan resmi berada di Polda Metro.
Berdasarkan keterangan sementara korban, dugaan penipuan terjadi karena pihak WO tidak memenuhi janji layanan saat hari pelaksanaan acara. Korban menyebutkan WO tidak muncul pada saat hari-H, meski pembayaran telah dilakukan.
“Kami tetap siap menerima laporan. Namun untuk sementara korban-korban sudah diarahkan ke Polda karena penanganannya terpusat di sana,” ujarnya.

Kerugian Ratusan Juta Dialami  87 Orang Korban Penipuan WO

 

Ilustrasi acara pernikahan (Foto: detikNews/Getty Images)

Pihak kepolisian terus menyelidiki kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) Ayu Puspita yang berkantor di Jakarta Timur. Polisi menyebut korban penipuan mencapai 87 orang.
“Yang laporan ke kami 87 orang yang terjadi di berbagai tempat,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno G Sukahar saat dihubungi, Senin (8/12/2025).
Kasus tersebut kini ditangani Polres Metro Jakarta Utara. Laporan yang dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara berasal dari berbagai daerah.
Onkoseno mengatakan kerugian yang dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan laporan korban, pelaku diduga melakukan penipuan terkait paket pernikahan.”Sampai ratusan (juta), kalau total dari semuanya. Dia menawarkan paket pernikahan, pada kenyataannya dia tidak memenuhi ketentuan itu,” ujarnya.
Saat ini, owner WO Ayu Puspita dan empat orang staf WO diamankan di Polres Metro Jakarta Utara. Polisi masih melakukan pemeriksaan.
Sebelumnya, sekitar 200 orang menggeruduk rumah owner WO Ayu Puspita di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, pada Minggu (7/12). Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi.
“Sekitar 200 orang yang merupakan para korban berkumpul di kediaman terduga pelaku. Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal kepada wartawan, Senin (8/12). (*)