27 April 2026

Data Terbaru Korban Bencana Banjir dan Longsor Sumatera: 274 Masih Dinyatakan Hilang, 929 Orang Meninggal

KoranRakyat.co.id — Data Terbaru Korban dari peristiwa bencana banjir dan longsor yang melanda  Sumatera Utara, Sumatera Bara dan Aceh dinyatakan  274  masih dinyatakan hilang, dan 929 orang meninggal.

Dilansir Inilah.com menyebutkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, per Senin (8/12/2025) pukul 08.00 WIB. Sebanyak 929 orang dinyatakan meninggal, sementara 274 lainnya masih hilang.

Update data per 8 Desember 2025. Meninggal 929 jiwa dan hilang 274 jiwa,” tulis BNPB dalam dashboard rekapitulasi terdampak bencana.

net

Dari total tersebut, Kabupaten Agam mencatat korban meninggal terbanyak dengan 179 jiwa. Aceh Utara menyusul dengan 128 jiwa, sementara Tapanuli Tengah mencatat 102 korban jiwa.

Memasuki hampir dua pekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, total korban luka mencapai lima ribu orang. Angka pengungsi juga terus bertambah.

Berdasarkan data kabupaten/kota, Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, mencapai lebih dari 316 ribu jiwa. Aceh Tamiang menyusul dengan lebih dari 262 ribu jiwa, dan Aceh Timur lebih dari 180 ribu jiwa.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur, antara lain 420 rumah ibadah, 199 fasilitas kesehatan, 234 gedung/kantor.

net

Kemudian, 701 fasilitas pendidikan, dan 405 jembatan terdampak. Sementara itu, sebanyak 147 ribu rumah mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin segera mengerahkan dokter magang (internship) untuk memperkuat layanan medis bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra. Instruksi itu disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi Kabinet Merah Putih yang digelar di Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.

Dalam laporan awal, Budi mengungkapkan Aceh mengalami kekurangan tenaga dokter. Situasi itu makin berat karena sebagian tenaga medis setempat turut menjadi korban bencana. “Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga,” kata Budi.

dok

Untuk menutupi kebutuhan mendesak, Budi meminta dukungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia mengusulkan penugasan sekitar 300 dokter TNI dan Polri selama tiga bulan ke depan untuk membantu layanan kesehatan di daerah terdampak.

“Jadi saya minta tolong juga Pak Menhan kalau boleh saya butuh sekitar 300 dokter 3 bulan ke depan untuk mengisi sampai mereka jadi, saya atasi sebagian tapi kalau boleh TNI-Polri kan lebih gampang mobilisasinya,” ujarnya. (*)