29 April 2026

Dua Bersaudara Masuk Final Tilawah Anak STQHN 2025

KENDARI|KoranRakyat co. id – Dua bersaudara, kakak adik Sabilah Raudhatul Jannah dan Ahmad Dzuriqoh Assyathir, mengharumkan nama Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di panggung STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sang kakak Sabilah Raudhatul Jannah finalis Tilawah anak putri, sedangkan adiknya Ahmad Dzuriqoh Assyathir, finalis Tilawah anak putra.

Bagi Sabilah event STQH Nasional bukan yang pertama, dia pernah ikut pada STQHN tahun 2023 di Jambi, dan juga MTQ Nasional tahun 2024 di Samarinda Kaltim. Namun bagi sang adik Ahmad Dzuriqoh Assyathir, ini merupakan event perdana di kancah Nasional. Assyathir ikut STQHN XXVIII ini menggantikan Ahmad Azka Azkiro yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Namun berkat kerja kerasnya dalam latihan, Assyathir langsung masuk babak final.

Sabilah dan Assyathir merupakan anak dari Azmi, asal Kandis Ogan Ilir namun menetap di Palembang. Saat ikut STQH Provinsi Sumsel lalu, Sabillah mewakili Muba, sedangkan Assyathir mewakili Kabupaten OKI.

Sementara itu harapan Ketua Harian LPTQ Sumsel, Drs KH Mudrik Qori, MA, agar cabang tilawah dewasa masuk final pada MTQ/STQH Nasional, terwujud pada STQH Nasional XXVIII di Sulawesi Tenggara tahun 2025 ini. Ari Wicaksono, peserta cabang tilawah dewasa putra Sumsel asal Kabupaten OKI, melaju ke babak final pada STQH Nasional XXVIII, setelah pada babak penyisihan bertahan di urutan kedua.

Pada babak final yang digelar di Arena Utama STQHN, Kota Kendari, Jumat malam 17 Oktober 2025, Ari Wicaksono bersaing dengan peserta dari DKI Jakarta dan Bali.

Menurut pelatih Tilawah Sumsel, Ust H Syamsul Bahri Zen di Kendari, Jumat 17 Oktober 2025, Sumsel terakhir menempatkan finalis cabang tilawah dewasa pada MTQ tahun 2014 atas nama Bangun Sahraya. Jadi sudah 11 tahun baru kembali ada utusan Sumsel yang menjadi finalis lagi. Syamsul berharap Ari Wicaksono yang ia latih bersama KH Mudrik Qori dapat meraih juara 1, mengulang prestasi yang pernah dicapai H Abdur Rauf Dafi pada MTQ Nasional di Jambi tahun 1997 lalu, ujar Syamsul Bahri yang pernah menjadi finalis tilawah dewasa pada MTQ Nasional tahun 2006.

Utusan Sumsel di cabang tilawah semakin sempurna, setelah peserta tilawah anak-anak putra Ahmad Dzuriqoh Assyathir dan peserta tilawah anak putri Sabilah Raudhatul Jannah, juga melaju ke babak final pada STQH Nasional tahun 2025 ini. Begitu juga peserta cabang tilawah dewasa putri, Lusiana Carly juga dipastikan meraih juara harapan 2. Posisi ini sedikit lebih baik dibanding pencapaian Lusiana Carly yang meraih juara harapan 3 MTQN XXX tahun 2024.

Selain peserta cabang tilawah, peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Hadits (KTIH) putri, Bahjatun Mahmudah juga melaju ke babak final pada STQH Nasional XXVIII tahun 2025 di Sulawesi Tenggara ini.

Kemudian peserta yang masuk babak final lainnya yakni cabang Hifzil 30 Juz ( Aisyah Hanifa), dan Hapalan Hadits 500 tanpa sanad putri atas nama Iren Agustina.

Sebagai catatan untuk cabang KTIH putri, Hifzil 30 juz putri, dan Hapalan Hadits 500 tanpa sanad putri, juga untuk pertama kalinya masuk babak final.

Ketua Harian LPTQ Sumsel, KH Mudrik Qori berharap mereka yang masuk final ini bisa tampil terbaik dan meraih juara 1.

Pada STQH Nasional XXVIII tahun 2025 ini, Sumsel mengutus sebanyak 22 peserta putra-putri. Mereka turun pada 5 cabang dan 11 golongan. Adapun misi kafilah Sumsel adalah mempertahankan posisi/rangking 3 besar Nasional yang diraih pada STQH Nasional XXVII di Jambi tahun 2023 lalu. (ica)