26 Mei 2026

New York Bakal Punya Walikota Muslim, Zohran Mamdani yang Sering Bikin Trump Jengkel Setengah Mati

KoranRakyat.co.id — Ada yang  mengenjutkan dari New York Amerika Serikat dengan sesumbarnya  kalau terpilih sebagai walikota. Sebagai Muslim, Zohran Mamdani dia  akan menangkap Netanyahu Perdana Menteri Israel  jika datang ke New York.

“Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah kota yang nilainya sejalan dengan hukum internasional.”

Dilansir Inilah.com, nama Zohran Mamdani kini jadi buah bibir di kancah politik Amerika Serikat. Politikus Muslim berusia 33 tahun ini digadang-gadang kuat menjadi calon Wali Kota New York dari Partai Demokrat, setelah kemenangan gemilangnya di pemilihan primary pada Rabu (25/6/2025) lalu.

Bagaimana tidak, Mamdani berhasil menggilas pesaing terberatnya, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, dalam pemilihan primary Partai Demokrat. Mamdani meraup suara fantastis, 43 persen, jauh meninggalkan Cuomo yang hanya mampu mengantongi 36,4 persen. Ini jelas sebuah kejutan besar yang mengguncang panggung politik lokal!

Meski belum diresmikan secara penuh, Mamdani sudah tak sabar mendeklarasikan kemenangannya di hadapan para pendukung setianya. “Malam ini, kita mencetak sejarah. Mengingat kata-kata Nelson Mandela, ini semua terlihat tidak mungkin sampai benar-benar terjadi. Teman-teman, kita telah berhasil. Saya akan menjadi kandidat Demokrat untuk Wali Kota New York,” ucap Mamdani, disambut riuh suka cita, seperti dikutip New York Times.

Cuomo pun sudah mengakui kekalahannya. Dengan begitu, Mamdani kini melenggang mulus sebagai calon Wali Kota New York dalam pemilihan November mendatang. Jika ia berhasil memenangkan pertarungan ini, Mamdani akan mencetak sejarah sebagai Wali Kota Muslim pertama asal India dalam sejarah kota metropolitan itu.

Namun, kemenangan Mamdani ini ternyata bikin kuping Presiden Donald Trump panas. Trump tak segan-segan menunjukkan ketidaksenangannya, bahkan mencap Mamdani sebagai seorang ‘komunis gila’ di media sosial. Wah, kenapa ya Trump sebegitu bencinya sama sosok muda ini? Yuk, kita intip profilnya!

Siapa Sebenarnya Zohran Mamdani Ini?

Zohran Kwame Mamdani lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda. Darah aktivis mengalir deras dalam dirinya, karena ia merupakan putra dari akademisi Uganda Mahmood Mamdani dan produser film India Mira Nair.

Saat berusia 7 tahun, ia dan keluarganya hijrah ke New York. Mamdani kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana Studi Afrika dari Bowdoin College di Maine. Awal tahun ini, ia juga baru saja menikahi seniman Suriah yang tinggal di Brooklyn, Rama Duwaji.

Sebelum terjun ke dunia politik yang penuh intrik ini, Mamdani punya rekam jejak yang patut diacungi jempol. Ia bekerja sebagai konselor perumahan, membantu keluarga ekonomi kelas bawah, dan berjuang keras mencegah mereka digusur dari tempat tinggalnya. Sosok yang peduli rakyat kecil, bukan kaleng-kaleng!

Pandangan Tegas soal Gaza: Anti-Israel Sampai Urat Nadi!

Mamdani dikenal sebagai salah satu politikus yang paling lantang dalam mengkritik agresi Israel di Gaza, Palestina. Pada Oktober 2024 lalu, ia bahkan tak gentar menyebut negara pimpinan Benjamin Netanyahu itu melakukan genosida. “Saya akan selalu jelas dalam bahasa saya dan berdasarkan fakta: Israel melakukan genosida,” tegasnya.

Tak hanya verbal, Mamdani juga merupakan pendukung militan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) untuk produk-produk yang berafiliasi dengan Israel. Baginya, nilai politik adalah anti-kekerasan, dan ia tak akan berkompromi dengan itu.

Puncaknya, pada Desember lalu, ia kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap Israel. Bahkan, ia mengaku siap menangkap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika sang PM berani berkunjung ke New York dan dirinya sudah menjadi wali kota. “Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah kota yang nilainya sejalan dengan hukum internasional,” ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menambahkan, “Sudah saatnya tindakan kita juga sejalan.” Sebuah janji yang berani dan revolusioner!

Mamdani juga punya pandangan menarik soal kampanye ‘globalisasi Intifada’ yang sering disalahartikan kelompok konservatif dan pemimpin Yahudi. Sebagai Muslim yang tumbuh pasca-9/11, ia akrab dengan kata-kata Arab yang sering dipelintir maknanya. Menurutnya, slogan ‘globalisasi Intifada’ adalah seruan solidaritas dengan orang-orang tertindas di seluruh dunia, bukan ajakan kekerasan. Sebuah perspektif yang menyegarkan.

Janji Manis untuk Warga New York

Selama kampanye, Mamdani tidak sendirian. Ia didukung lebih dari 22.000 relawan akar rumput dan sejumlah tokoh progresif papan atas seperti Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, hingga Partai Keluarga Pekerja. Ini menunjukkan betapa kuatnya basis dukungan Mamdani.

Lantas, apa saja janji Mamdani jika terpilih menjadi wali kota New York? Salah satu yang paling menarik perhatian adalah janjinya untuk menggratiskan seluruh bus di kota pada tahun 2027. Menurutnya, bus tanpa ongkos bisa meningkatkan jumlah penumpang sekaligus mengurangi serangan terhadap pengemudi.

Selain itu, ia punya program andalan soal perumahan, dengan mengusulkan pembekuan sewa untuk semua apartemen dengan sewa stabil. Mamdani juga berencana mendirikan Badan Pengembangan Perumahan Sosial yang akan membangun perumahan publik yang terjangkau.

Tak berhenti sampai di situ, ia juga mengusulkan pembukaan satu toko kelontong milik pemerintah daerah di setiap wilayah yang jauh dari pusat bisnis. Janji lain yang tak kalah menarik adalah perluasan program makan siang gratis di sekolah negeri dan penawaran program penitipan anak.

Melihat rekam jejak, pandangan, dan janji-janji Zohran Mamdani, tak heran jika ia menjadi sosok yang sangat dibenci oleh Donald Trump. Pertarungan di New York pada November nanti jelas akan sangat menarik untuk disaksikan. (*)