Yulius Tegaskan Identitas Aslinya, Elektabilitas 57.7%, Minta Masyarakat Tak Salah Pilih

LAHAT | Koranrakyat.co.id – Pasangan YM-BM kembali mengungkapkan hasil survei eletabitasnya ketika bertemu dengan masyarakat di desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat, Senin (21/10/2024). Saat ini, angka elektabilitas tersebut berada di atas 57,7 Persen, menggungguli eletabilitas pasangan lainnya.
”Dua tahun, kami berkeliling di Kabupaten Lahat ini. Saya mejau karena melihat hasil survei incumben yang masih jauh di bawah 50 persen. Itu berarti berarti ada peluang buat kita (non incumben) untuk bergerak maju. Alhasil survey kita naik terus,” ujar Yulius.
Ikut hadir dalam kampanye ini utusan partai pengusung seperti Partai PDIP, Partai Gerindra , Partai PPP, Partai Hanura serta para tokoh masayrakat. Selain itu hadir pula perwakilan Bawaslu, Panwascam, Tim 20,10 Pemenangan.
Menurutnya, jika elektabilitas incumben di atas 50 persen, memang sebaiknya jangan dilawan. Apalagi jika waktu pelaksanaan pemlilihan sudah dekat. ”Alahmadulillah kita, naik terus dan tidak ada kejadian luar biasa atau sunami politik,” tambah Yulius meyakinkan ribuan masyarakat Perangai yang hadir.
Yulius juga mengatakan, pihaknya sudha menyusun program sekolah gratis plus seragam dan peralatan sekolah. Demikian program kesehatan berupa berobat gratis dan penyediaan ambulance di setiap desa.

Ia juga mengungkapkan hasil kunjungannya ke RSUD Lahat beberapa waktu lalu. Menurutnya RSUD Lahat masih Tipe C Minus. Ini berarti RSUD Lahat ini masih kalah dengan RS Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Empat Lawang yang sudah Tipe C Plus.
Dalam keempatan ini Yulius Maulana bercerita tentang kisah hidupnya. IA mengatakan dari dulu ia dan keliarga tinggal di Kota Lahat. Sebelum di blok C Bandar Jaya Lahat dulu tinggal bersama orang tua di komplek PU samping Gang Langgar Lahat. Orang tuanya bekerja sebagai PNS Dinas PU Lahat.
Riwayat pendidikan, Yulius sekolah TK di Gang Pagun Lahat , SD dan SMP di Santo Yosep Lahat, SMA di Bandung Jawa Barat dan kuliah di Unsri Palembang. Mertuanya, juga PNS dua – dua nya berasal dari Desa Muara Danau Kecamatan Tanjung Tebat Lahat. Orang tua dari istri tercintanya, Putri Sari Dewi, berasal dari Dusun Meringang Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar Alam.
Bapak saya Maulana dulu pegawai PU di Kabupaten Lahat tinggal di Lahat dari Batu Raja OKU, ibu saya lahir di Tebing Tinggi, yang dulu masih menjadi bagian dari Kabupaten Lahat. Nenek Laki – lakinya, berasal dari desa Suka Merindu Kecamatan Kikim Barat Lahat. SedangkanNenek perempuan bersal dari Tanjung Agung Ulu Musi Empat Lawang, Lintang, Saling, Tebing Tinggi Empat Lawang .
Yulus dikaruniahi 2 anak, masing-masing 1 masih SMA di Alizar Jakarta, yang satunya lagi kuliah di Universitas Pajajaran.
Pengalaman di Politik pernah menjadi calon Wakil Bupati Empat Lawang berpasangan dengan Yulizar Dinoto. dan Sebelumnya pada 2009 sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Empat Lawang. Pernah juga menjadi Anggota DPRD Provinsi Dapil Lahat dan Pagar Alam.
Pernah menjabat Wakil Bupati Kabupaten Empat Lawang bersama Joncik Muhammad Periode 2018 – 2023. Setelah mengakhiri masa Jabatan Wakil Bupati Kabupaten Empat Lawang masuk di Kepengurusan Partai PDI P Kabupaten Lahat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Lahat. ”Dan sekarang rekan – rekan di Partai PDI P dan masyarakat Kabupaten Lahat menginginkan saya Yulius Maulana ST untuk maju Calon Bupati Kabupaten Lahat,” jelas Yulius.
Lebih jauh ia mengtakan meju sebagai calon Bupati dan Wakilnya Budiarto Marsul, bukan semata-mata mengejar jabatan apalagi kekayaan. Ia terpanggil karena ingin menjadikan Kabupaten Lahat ini lebih maju dari konsisi saat ini.
Kabupaten Lahat sekarang PAD nya Rp 5,1 Triliun, tapi sayangnya termiskin di nomor dua di Provinsi Sumsel dari 17 Kabupaten Kota lainnya. Ini sangat ironis, apalagi kabupaten Lahat ini paling kaya bisa mengalahkan Kabupaten Muba bahkan kota Palembang.
”Jangan pilih saya karena saweran. Pilih saya karena programnya. Karena memimpin Kabupaten itu tidak bisa coba – coba. Pilihlah pemimpin yang berpengalaman di bidang pemerintahan. Kalau terlanjur salah pilih pemimpin, Kabupaten Lahat akan bertambah hancur. Bukan hanya Kabupaten Lahat termiskin kedua di Provinsi Sumsel, tapi bisa jadi termiskin di Indonesia,” ujar Yulius.
Hal lain yang menurut Yulus perlu diperhatikan adalah masalah penganggugran karena minimnya kesempatan kerja. Memang tidak semua lulusan jadi pegawai atau karyawan di pemeirntahan dan BUMN. Karena itu yang perlu dilakukan adalah menciptakan lapangan usaha UMKM bagi masyarakat dengan memberikan bantuan modal.
Selain itu dibidang pertanian, Hanpir 50 persen masyarakat Lahat adalah petani, permasalahan yang serungkali dihadapi adalah pupuk langka dan minimimnya peralatan pertanian modern. Masyarakat petani butuh pupuk 150 ton, tapi ketersediaan paling tinggi 39 ton. Problem ini juga menjadi titik perhatian pasangan YM-BM yang perlu diperbaiki. (ana)
