1 Mei 2026

Perjalanan Bermotor Rahman Mentok di Bima

“Saya ini sudah di Bima, ujung Timur Pulau Sumbawa. Tadi pagi (Jumat, 6 Oktober 2023) ada info bahwa ada pelayaran ke Labuan Bajo, lewat pelabuhan Bima. Nah setelah sampai pelabuhan Bima ternyata sepeda motornya haris dipacking sehari sebelumnya, waduh nggak jadi. Mau balik lagi ke Sape untuk hari Minggu udah kadung di Bima. Setelah cari info jadwal kapal balik lagi ke Bima dari Labuan Bajo NTT tetap jadwal mingguan bukan harian, maka saya simpulkan balik lagi ke Lombok sambil Riding Joy, selanjutnya menuju Bali dan Pulau Jawa, karena tanggal 13 Oktober 2023 harus berada di Malang acara reuni INSTITUT ILMU PEMERINTAHAN. Mungkin Allah belum mengizinkan untuk saat ini touring ke INDONESIA TIMUR. Ya sudah dinikmati saja perjalanan arah pulang.”

Informasi tersebut disampaikan Drs H Abdul Rahman Rasyidi (AAR), purnabakti ASN Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang naik sepeda motor solo touring Indralaya OI Sumsel – Lombok NTB..

Rahman berangkat dari KPT Tanjung Senai, Indralaya Kabupaten Ogan Ilir 25 September lalu, dilepas Sekda OI, H Muhsin Abdullah.

Setiba di Lombok 1 Oktober 2023, pas di hari Kesaktian Pancasila, Rahman langsung eksplore Lombok. Ia ke Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, Kampung Sasak Sade khas Lombok, serta ke Sirkuit MotoGP, Mandalika.

Tak puas hanya mutar-mutar Pulau Lombok, Rahman kemudian nyeberang ke Pulau Sumbawa dengan menumpang kapal laut selama 5 jam. Rahman kemudian menggeber sepeda motornya hingga ke Kabupaten Dompu, kabupaten paling ujung yang dibatasi oleh selat untuk menuju Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga ke Bima, perjalanan Rahman dengan sepeda motornya sudah mencapai 3.000 Km.

Rahman bermaksud menyeberang ke provinsi NTT, untuk menyaksikan komodo di objek wisata Pulau Komodo, Labuan Bajo, Manggarai NTT. Tapi niatnya kandas, karena kapal penumpang yang menghubungkan kedua pulau tersebut, hanya berlayar seminggu sekali, yakni setiap hari Minggu/Ahad saja.

Rahman akhirnya balik kanan, untuk kembali ke Lombok dan Bali, lalu menyeberang ke Jawa, menuju Malang Jatim, guna bereuni dengan kawan-kawannya saat di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dulu. (ica)