16 Juni 2024

Akademisi juga Harus Paham Masalah Karhutla

AKADEMISI tak boleh bak “menara gading”. Ia harus peka terhadap apa yang terjadi di lingkungannya, di daerahnya, bahkan di bangsa dan negaranya. Karena itu keberadaan para akademis sangat diharapkan, terutama dalam memberikan pemikiran-pemikiran yang tepat dan bernas atas masalah yang sedang terjadi.

Berangkat dari keinginan menjadi akademisi yang peduli dan paham terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang saat ini marak terjadi di Bumi Sriwijaya, membuat Dr Meita Istianda, S.IP, M.Si, Direktur Universitas Terbuka (UT) Palembang, bersedia ketika ditawari Danlanud Palembang, Sri Mulyono Herlambang, memantau Karhutla melalui Helikopter.

Maka Rabu 4 Oktober 2023, Dr. Meita bersama Danlanud serta beberapa orang lainnya, terbang naik helikopter. Mereka memantau dari udara di atas Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Ya saya diajak Pak Danlanud Palembang, supaya akademisi juga tahu tentang detail Karhutla, sehingga bisa memberikan pemikiran untuk mengatasi masalah seperti ini,” ujar Dr Meita ketika dihubungi, usai melakukan pemantauan Karhutla.

Dari pengamatan Dr Meita, masalah Karhutla pembenahannya harus lebih kepada manusianya. Terutama mereka yang berdiam di sekitar lahan gambut. Mereka harus semakin diberi kesadaran, dan juga dilibatkan dalam mengatasi Karhutla tersebut, dengan cara-cara yang lebih baik dan terstruktur.

Dr Meita akan berupaya mendiskusikan masalah solusi secara jangka panjang, dengan kawan-kawannya di Pusat Kajian Kebijakan dan Politik, mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla ini.

Menurutnya, cara pembersihan lahan pertanian dengan cara membakar, masih banyak terjadi. Ini yang perlu dicarikan solusi, karena tradisi ini sudah berjalan lama, sehingga sulit dihilangkan kalau tidak ada solusi yang tepat dari pihak berkompeten, tuturnya. (ica)