19 April 2026

Dari Lombok Rahman Nyeberang Menjajal Pulau Sumbawa

SETELAH tiba di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tepat di Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2023 lalu, Drs H Abdul Rahman Rasyidi (AAR) hanya beristirahat sejenak. Ia hari itu langsung “dolan-dolan” keliling Kota Mataram, ibu kota NTB, dan mampir ke Pantai Senggigi yang sudah dikenal para pelancong.

Keesokan harinya, 2 Oktober 2023, Rahman mencoba menaklukkan Gunung Rinjani dengan tetap menunggang sepeda motornya. Sekitar dua jam perjalanan lewat jalur utara, Rahman berhasil mencapai “puncak” gunung tertinggi di provinsi NTB itu. Rahman pun menikmati nyamannya udara pegunungan, dan bermalam di vila yang ada di pinggang Rinjani.

Pada 3 Oktober 2023 Rahman turun gunung. Ia mampir ke kampung Sasak “Sade” yang merupakan perkampungan asli orang Lombok. Rahman juga mampir ke Mandalika, track tempat balap motor, MotoGP. Kendati tidak dibolehkan menjajalnya, namun Rahman sempat berfoto, mengukir kenangan di wilayah ini.

Tidak cukup hanya menikmati Lombok yang memang tidak begitu besar, karena hanya ada 4 Kabupaten / Kota, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Pada Rabu 4 Oktober 2023, Rahman angkat koper menuju Pulau Sumbawa.

Ke Pulau Sumbawa, ia harus menyeberang selama 5 jam untuk mencapai daratan, daerah yang terkenal akan susu kuda liar ini.

Ke Sumbawa bagi “budak “Kayuagung tapi lama di Indralaya ini, bukan kali pertama. Tahun 1996 saat ikut Penas Pertasi Kencana, Rahman yang saat itu menjabat Camat Lempuing OKI, pernah juga ke pulau di sebelah Timur Lombok ini. Saat itu Rahman bersama sejumlah pejabat OKI lainnya jalan-jalan ke Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.

Saat ini Taliwang yang dikenal karena ayamnya, masuk Kabupaten Sumbawa Utara, kabupaten baru hasil pemekaran. Rahman pun saat menjadi Kepala Bappeda OI juga pernah datang kesini dalam acara Pelestarian Lingkungan Hidup.

Kini Rahman kembali ke Pulau Sumbawa, ia ingin menjajal pulau tersebut hingga ke Dompu dan Sumbawa Timur, yang berjarak sekitar 400 Km dari Taliwang.

Disini Rahman bukan hanya untuk menikmati penganan khasnya, tapi untuk mengukir kenangan baru pasca pensiun. (ica)