2 Mei 2026

PWI OI Publikasikan Nama 59 Wartawan Anggotanya.

INDRALAYA|KoranRakyat co.id— PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Ilir (OI) sudah merampungkan verifikasi dan validasi keanggotaan PWI yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Dari hasil validasi tersebut, tercatat ada 59 orang anggota PWI yang saat ini bertugas di wilayah OI.

Menurut Pengurus PWI OI Bidang Organisasi, Darul Akmal dan M Kitum, verifikasi dan validasi anggota PWI yang bertugas di OI ini, menindaklanjuti pernyataan Ketua PWI Ogan Ilir terpilih, Fredi Kurniawan, saat pelantikan Pengurus PWI OI beberapa waktu yang lalu.

“Nama-nama wartawan yang mengantongi kartu PWI ini akan disebar di setiap instansi pemerintah dari kabupaten hingga pemerintah desa yang ada di Kabupaten Ogan Ilir,” ujar Fredi.

Tujuannya, lanjut Fredi, agar narasumber dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa maupun masyarakat umum, mengetahui wartawan anggota PWI. Jadi jika ada wartawan mengaku dari PWI dengan menyalahgunakan profesi, bisa dilaporkan,” ujarnya.

Untuk itu, PWI Ogan Ilir membuka hotline atau nomor pengaduan bagi nara sumber yang berkaitan dengan PWI atau pun pemberitaan. “Bisa menghubungi nomor WhatsApp ; 0831 6998 4948. Kita juga menampung aspirasi dan informasi dari masyarakat yang menjadi konsumsi berita, jadi kita buka seluas-luasnya,” kata Fredi lagi.

Menurut Fredi, anggota dan pengurus PWI harus kembali ke-marwah-nya, sebagai insan pers yang menyampaikan informasi dan melakukan kontrol sosial bagi kepentingan masyarakat.

Karena itu, PWI Ogan Ilir berkomitmen mendorong untuk terus memperbanyak jumlah wartawan yang kompeten di daerah ini, sehingga kokoh sebagai wartawan sejati.

“Wartawan sejati adalah wartawan yang profesional, menjadi motor melawan hoax dan memenuhi keinginan masyarakat sebagai corong informasi serta sebagai lembaga demokrasi,” terangnya.

Ditambahkannya, Profesional berarti memiliki ilmu jurnalistik, berorganisasi, memahami kode etik jurnalistik, UU Pers, UU ITE dan Kode Prilaku Wartawan.

Hadirnya wartawan yang profesional yang secara langsung mendukung dan mengkritisi kebijakan pemerintah, sehingga menghasilkan kebijakan yang efisien, akuntabel dan transparan,” tutup Fredi (ica)