13 Mei 2026

‘Keretakan’ di Tubuh PWI Lahat, Sebagian Mantan dan Anggota Pengurus Lama Bentuk FJL

Suasana Pelantikan Pengurus Baru PWI Lahat, Periode 2023-2026 beberapa waktu lalu. (f/ist)

LAHAT | Koranrakyat.co.id – Bak api dalam sekam, suasana internal keanggotaan PWI Lahat pasca terbentuknya pengurus baru, kini mulai memanas. Pasalnya, sebagian besar anggota — yang tidak mendukung – kubu pengurus baru sekarang, merasa telah ‘dibuang’ secara de fakto, karena nama-nama mereka tidak lagi dicantumkan sebagai bagian dari pengurus PWI Lahat, termasuk ketika ada bantuan dari pihak ketiga.

Fakta ini terungkap dalam pertemuan sejumlah anggota PWI Lahat, Minggu (9/4/2023), dan pertemuan ini akhirnya melahirnya kesepakatan dibentuknya Forum Jurnalis Lahat (FJL).

”Ini bukan organisasi tandingan PWI, karena sampai saat ini kami masih terdaftar sebagai anggota PWI Lahat. Kami hanya mencoba membentuk forum diskusi, lantaran hampir 60 persen anggota PWI Lahat, merasa ‘digantung’ oleh pengurus baru sekarang,” ujar Lili Hartati, mantan Bendahara PWI Lahat periode sebelumnya.

Lili mengatakan FJL lahir tepat pada 18 Ramadan 1444 Hijriah. Lahir di bulan yang baik, dan tanggal yang ganjil. Forum ini dibentuk karena ada desakan dari anggota PWI Lahat yang tidak masuk kepengurusan PWI Lahat sekarang ini.

”Dengan alasan, ingin menyelamatkan hak hak anggota PWI Lahat ini yang selama ini mereka dapatkan. Jadi, semua anggota FJL adalah anggota PWI Lahat, yang tidak dimasukan oleh PWI Lahat sekarang sebagai pengurus PWI Lahat,” ujar Lili.

Ia juga menjelaskan dalam forum pertemuan ini, dirinya didapuk menjadi ketua FJL oleh rekan-rekannya. Sedangkan Sekjen dipercayakan kepada Dian, wartawan lahatpos.co, dan bendahara Rochmiyatun dari SKM Inmanas.

Tidak Merangkul

Lebih jauh lili mengatakan Ada 70 – an total anggota PWI Lahat saat ini, semuanya aktif. Yang masuk pengurus PWI Lahat periode sekarang di bawah 30 orang. Sisanya tidak dimasukkan, atau banyak anggota pengurus lama yang dibuang dari kepengurusan baru.

“Mereka ini mengadu terus dengan kami. Bagaimana kami ini, tidak dimasukan oleh ketua sekarang jadi pengurus PWI Lahat. Katanya mau merangkul saat sambutan di Hotel Bukit Serelo Lahat kemarin. Katanya kita semua adalah saudara. Tapi buktinya mereka tidak merangkul. Kalau begini PWI bisa pecah di Lahat. Kasihan juga pemberitaan di Lahat, jadi tidak stabil ke depannya,” ujarnya.

Dikatakan, salah satu bukti PWI Lahat periode sekarang tidak merangkul pada saat pembagian bantuan Sembako dari PT Bukit Asam beberapa hari yang lalu. Mereka tidak dapat lagi bantuan sembako dari PTBA. Di masa kepengurusan ketua yang lama, semua anggota PWI Lahat pasti dapat bagian, jika ada bantuan pihak ketiga, itu dulu.

”Kami sempat konfirmasi dengan humas PTBA, bahwa benar mereka (PTBA) telah memberikan bantuan Sembako kepada pengurus PWI berdasarkan data dari PWI Lahat saat ini. Memang, tidak ada nama-nama kami disana. Sebenarnya, bukan persoalan juga bagi kami, toh kita masih mampu membeli Sembako. Cuma kita merasa, kok sepertinya kita-kita ini sengaja disingkirkan,” ujar Lili.

Kemudian, alasan lain FJL berdiri. Anggota PWI Lahat yang status wartawan/karyawan media terbentur aturan untuk bergabung dengan organisasi lain seperti SMSI, JMSI, dll.

Karena syarat gabung di organisasi itu adalah harus mempunyai perusahaan sendiri (PT media sendiri).  Sedangkan mereka ini wartawan biasa yang bekerja di perusahaan media orang lain. Bukan pemilik perusahaan. “Status mereka ini digantung, alias tergantung. Kasihan juga kan,” ujar Lili.

Belum lagi, perusahaan akan memberikan bantuan, hanya kepada wartawan yang tergabung dalam organisasi media. Lili mengatakan, seandainya kepengurusan PWI Lahat sekarang merangkul semua anggota PWI Lahat, maka desakan pembentukan FJL ini tidak akan terjadi.

Alasan lain, belajar dari PWI Sumsel bahwa ada FJM (Forum Jurnalis Migas). Keanggotaannya juga ada dari PWI. Atas dasar itu, demi meredam kegelisahan rekan rekan ini, akhirnya Lili bersedia memimpin organisasi ini. “Alhamdulillah juga, Dian mau membantu sebagai Sekjen,” ucapnya.

Anggota PWI Lahat Hermis Ameng berharap semoga dengan lahirnya Forum Jurnalis Lahat (FJL) ini dapat mengakomodir apa saja yang menjadi hak dan kewajiban sebagai anggota PWI Lahat.

“Saya apresiasi FJL. Terima kasih mau memperjuangkan hak kawan kawan anggota yang lain, Dengan FJL, setidaknya ada wadah berkumpul, pelihara silaturahim, tambah saudara.” ucapnya. (*)