Rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Natuna Wan Siswandi dihadiri dari Bappenas Direktur Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat (KGM) , Pungkas Bahjuri Ali, Kepala Koordinator bidang P2P Imunisasi , Inti, Kepala Koordinator bidang pelayanan kesehatan , Arifi beserta Staf, Aisyah, Hana, Ima dan Willy. Kemudian hadir juga Plt. Direktur Direktur Sumber Daya Air, Taufiq Hidayat Putra, kemudian hadir juga Kepala satker Balai Wilayah Sungai Sumatera Air Langga

Sementara dari Natuna hadir Kadis Pekerjaan Umum Agus Supardi beserta jajarannya, Kadis Kesehatan Hikmat Aliansyah Beserta jajarannya, Sekretaris PB3RD Asmir beserta jajarannya.
“ Kebutuhan sarana kesehatan memang dirasakan kurang lengkap, baik di RSUD maupun Puskesmas. Pelayanan kesehatan di pulau-pulau tertuju pada puskesmas yang ada di kecamatan. Jika tidak teratasi, puskesmas merujuk ke RSUD Natuna, namun tidak semua penyakit bisa ditangani di RSUD Natuna karena kekurangan sarana medis dan dokter spesialis sehingga pasien dirujukkan ke luar Natuna”. ungkap Wan Sis.
Kemudian kami berharap embung air bersih baik di Sebayar, Sedanau maupun di Serasan hendaknya sejalankan dengan pipanisasi pendistribusian.
“ Kebutuhan air bersih Natuna semakin hari semakin meningkat yang disebabkan meningkatnya jumlah penduduk baik dari penduduk tempatan maupun penambahan personil dari TNI POLRI dan intansi vertikal lainnya”, tambah Wan Sis.
Lanjut Wan Sis, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Bunguran Besar, selain dari embung Sebayar juga perlu diaktifkan embung di Sepempang, Kelanga dan Teluk Buton.

Direktur KGM , Pungkas Bahjuri Ali meminta kepada Dinas Kesehatan melalui Kementerian Kesehatan untuk membikin perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan sesuai dengan karakter daerah perbatasan dan kepulauan, sehingga pelayan kesehatan masyarakat terpenuhi dengan baik.
Plt. Direktur Direktorat Sumber Daya Air, Taufiq Hidayat Putra menyampaikan pihaknya akan meninjau progres embung Sebayar.
Kemudian Satker BWSS Air Langga menyampaikan progres pengerjaan embung Sebayar baru mencapai 50 persen, hal ini disebabkan di lokasi sudah memasuki musim penghujan,
sementara Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah menyampaikan akan kebutuhan Unit Sarana Prasarana RSUD yang Perlu Mendapatkan Perhatian/Perbaikan Antara Lain :
Pelayanan Kamar Operasi, Ruang Instalasi Intensive Care Unit (ICU), Pelayanan Nenatal Intensive Care Unit (NICU), Instalasi Radiologi, Instalasi Laboratorium, Panel Synchron Control Genset 550 KVA Ruang Rawat Inap, Isolasi Ruang Inap Penyakit Dalam (Toilet Pasien), Ruang Instalasi Gizi, Ruang Rawat Inap Anak, Ruang Kamar Bersalin (red)