FK Metra Wonosobo Ajak Pelajar Bijak Bermedia Digital Lewat Festival Drama Jawa 2026

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Festival Drama Jawa Pelajar FK Metra 2026 akan digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo bersama Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Wonosobo, Selasa (27/10/2026), di Gedung Korpri Wonosobo. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menyampaikan pesan literasi digital melalui seni pertunjukan tradisional.
Mengusung tema “Mbangun Masyarakat Digital Sing Cerdas”, festival tersebut melibatkan pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat. Melalui pementasan drama berbahasa Jawa, peserta diajak mengembangkan kreativitas sekaligus mengampanyekan penggunaan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Tiga isu utama yang diangkat dalam festival ini meliputi bijak bermedia sosial, desa digital, dan UMKM go digital. Ketiganya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sosial, pelayanan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi lokal.
Melalui dialog, karakter, dan alur cerita, persoalan di ruang digital diharapkan dapat disampaikan secara menarik dan mudah dipahami. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa media tradisional masih memiliki peran sebagai sarana edukasi publik di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kemampuan memilah informasi, menjaga etika komunikasi, serta memahami dampak aktivitas digital menjadi semakin penting. Dalam konteks tersebut, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga dapat digunakan untuk menyampaikan pengetahuan dan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

Penggunaan Bahasa Jawa dalam pementasan turut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Proses penyusunan naskah, latihan, hingga pementasan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, berekspresi, bekerja sama, dan memahami nilai-nilai budaya.
Selain perlombaan, festival ini juga menghadirkan workshop seni peran drama Jawa dan etiket pambiwara Bahasa Jawa. Peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai penghayatan karakter, ekspresi, vokal, penguasaan panggung, serta tata krama dan teknik berbicara dalam Bahasa Jawa.
Penilaian pementasan meliputi kesesuaian tema dengan bobot 40 persen, seni peran dan pembawaan cerita 30 persen, penguasaan bahasa 20 persen, serta unsur artistik 10 persen. Dewan juri terdiri atas praktisi teater atau budayawan, akademisi, dan perwakilan FK Metra Kabupaten Wonosobo.
Melalui rangkaian perlombaan dan pembelajaran tersebut, Festival Drama Jawa Pelajar FK Metra 2026 diharapkan dapat memperkuat kreativitas pelajar sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa budaya tradisional dan teknologi tidak harus berjalan berlawanan. Keduanya dapat saling mendukung untuk membentuk generasi muda yang cerdas, santun, kreatif, serta mampu memanfaatkan teknologi digital tanpa meninggalkan bahasa dan identitas budayanya. (Adv/Aris)

