22 Oktober 2026

Pemkab Wonosobo Kerahkan 180 Personel Gabungan Tangani Karhutla Gunung Sumbing

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, meluas hingga sekitar 306 hektare sejak Senin (19/10/2026). Pemerintah Kabupaten Wonosobo menetapkan status tanggap darurat untuk memperkuat penanganan kebakaran dan mempercepat dukungan bantuan dari pemerintah provinsi hingga pusat.

Dari total area terdampak, sekitar 140 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Penanganan melibatkan Pemkab Wonosobo, TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Basarnas, serta relawan.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, upaya penyelamatan pendaki menjadi salah satu prioritas sejak kebakaran terjadi. Sebanyak 152 pendaki yang berada di kawasan gunung berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tulus dan terima kasih kepada rekan-rekan Basecamp, Basarnas, BPBD, Perhutani, serta para relawan gabungan yang telah bergerak cepat menyisir dan mendampingi 152 pendaki hingga selamat. Ini adalah wujud kepedulian bersama yang luar biasa,” ujar Afif.

Untuk mencegah risiko terhadap pendaki, seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan kondusif. Koordinasi juga dilakukan dengan para camat dan kepala desa di wilayah terdampak.

Penanganan kebakaran menghadapi sejumlah kendala, terutama hembusan angin kencang dan kondisi medan yang ekstrem dengan kemiringan mencapai 80 derajat. Situasi tersebut membuat proses pemadaman di sejumlah titik belum berjalan optimal.

Di bawah komando Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja selaku Incident Commander (IC), sebanyak 180 personel gabungan yang dibagi dalam enam pleton dikerahkan ke sejumlah titik rawan.

Dua pleton difokuskan ke arah Banyumudal untuk menangani area terdampak sekitar 70 hektare. Sementara itu, empat pleton lainnya melakukan penyekatan dan mitigasi agar api tidak merembet ke lahan pertanian maupun permukiman warga.

Selain pemadaman, kepolisian juga menyelidiki penyebab kebakaran. Penindakan hukum akan dilakukan apabila ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Dukungan operasional juga disiapkan untuk membantu personel di lapangan. Penjabat Sekretaris Daerah Wonosobo Mohamad Kristijadi menyampaikan bahwa fasilitas dapur umum dan posko kesehatan telah siap beroperasi. Pemerintah daerah turut menyiapkan dukungan logistik, sarana, serta administrasi untuk penanganan dalam status tanggap darurat.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan menyatakan bahwa pemadaman melalui udara atau water bombing menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan. Pelaksanaannya akan bergantung pada kondisi lapangan dan kemungkinan helikopter menjangkau kawasan terdampak.

“Kita mendorong helikopter yang ada untuk bisa masuk ke sini. Kita akan melihat situasi lebih lanjut. Jika potensinya memungkinkan pada medan dan wilayah ekstrem seperti ini, opsi pemadaman udara (water bombing) akan kita lakukan,” tegas Roy.

Hingga laporan ini disusun, api dilaporkan belum mencapai permukiman maupun lahan pertanian warga. Pemerintah daerah bersama instansi terkait mengimbau masyarakat, khususnya petani di kawasan lereng yang berbatasan dengan hutan Perhutani, agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar.

Pusat koordinasi penanganan karhutla dan layanan informasi ditempatkan di Posko Komando Pusat Kendali Resmi di Basecamp Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar. (Diskominfo Wonosobo/Aris)