26 September 2026

Wonosobo Last Friday Ride Tembus Edisi ke-10, Ratusan Pesepeda Gowes Bareng

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Wonosobo Last Friday Ride (LFR) edisi ke-10 kembali mengajak ratusan pesepeda menyusuri jalan raya di kawasan perkotaan Wonosobo, Jumat (25/9/2026) malam. Kegiatan yang digelar komunitas Haribike tersebut diikuti sekitar 300 pesepeda.

Peserta mulai berkumpul di CUPS, kawasan NSC Wonosobo, sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah persiapan, rombongan mulai mengayuh sepeda sekitar pukul 20.00 WIB dengan rute menyusuri jalan raya kota.

Rute dimulai dari CUPS menuju arah selatan hingga Bundaran Sapen. Rombongan kemudian berbalik ke arah utara, melintasi kawasan kota menuju Perempatan PDAM, sebelum kembali ke CUPS di area NSC Wonosobo.

Perwakilan Haribike, Hasib Muaiq, mengatakan Wonosobo Last Friday Ride merupakan agenda bulanan yang digelar setiap Jumat terakhir dalam satu bulan. Kegiatan tersebut kini telah memasuki pertemuan ke-10.

“Jumat ini merupakan event bulanan yang diselenggarakan setiap Jumat di akhir bulan. Makanya namanya Last Friday Ride,” kata Hasib.

Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari wilayah perkotaan Wonosobo. Sejumlah pesepeda dari daerah lain seperti Dieng, Kaliwiro dan Sapuran turut mengikuti kegiatan tersebut.

“Untuk perkiraan peserta hari ini mungkin kurang lebih 400-an, 400 pesepeda. Dari Dieng ada, dari Dieng itu bahkan rombongan pakai lima mobil. Terus dari Kaliwiro juga ada, malah ada yang dibawa langsung dari Kaliwiro. Dari Sapuran juga ada, bawa mobil. Ya, sekitar Wonosobo dan sekitarnya,” ujarnya.

Namun, berdasarkan keterangan peserta, jumlah yang hadir dalam kegiatan tersebut diperkirakan sekitar 300 orang. Salah satunya Faris Hamzah, pesepeda asal Kalierang, Wonosobo, yang mengikuti LFR sejak awal penyelenggaraan.

Faris melihat perkembangan jumlah peserta semakin signifikan. Jika pada awal kegiatan jumlah peserta masih sekitar 50 orang, kini jumlahnya telah mencapai ratusan.

“Untuk acara hari ini sangat meriah dibandingkan dari sebelum-sebelumnya. Saya kan ikut dari awal, pesertanya paling kalau tidak mentok-mentok 50 orang. Sekarang ini kayaknya sudah ada tiga ratusan. Semakin banyak orang yang tahu, semakin banyak juga yang ikut,” kata Faris.

Hasib menjelaskan, kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh jenis sepeda dan tidak memberlakukan keanggotaan khusus. Peserta cukup datang dan mengikuti kegiatan yang digelar secara gratis.

“Semua jenis sepeda itu kita tidak mengkotak-kotakkan. Semua jenis sepeda bisa bergabung. Untuk tata caranya sebenarnya tidak ada. Siapa pun, tidak pandang umur, tidak pandang sepeda, tidak pandang tua atau muda, kita ready. Pokoknya kalau mau jalan, tinggal ikut event. Karena event kita secara keseluruhan gratis, mana suka,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kegiatan bersepeda, Hasib menyebut LFR juga menjadi wadah untuk menyampaikan keberadaan pesepeda sebagai salah satu pengguna jalan. Kegiatan yang digelar secara rutin setiap bulan diharapkan turut membangun kesadaran pengguna kendaraan bermotor untuk berbagi ruang dengan pesepeda.

“Kita cuma ingin dengan adanya wadah komunitas Wonosobo Last Friday Ride ini, kita juga pesepeda punya hak di jalan sebenarnya. Intinya begitu,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, pengaturan lalu lintas selama rombongan melintas dilakukan oleh perwakilan dari komunitas. Faris menilai aspek tersebut masih perlu diperkuat agar perjalanan rombongan lebih tertib dan aman.

“Kalau ke depannya supaya bisa lebih meriah lagi, bisa lebih ramai lagi, bisa tertib di jalan. Saya tadi lihat kalau bisa ada yang memantau lebih banyak lagi. Kan yang naik motor saya lihat cuma satu, jadi kontrol di jalannya susah,” ujarnya.

Faris sendiri merupakan atlet downhill yang saat ini menempuh pendidikan SMA di Malang. Ia tengah berada di Wonosobo untuk menjalani persiapan menghadapi kompetisi yang akan berlangsung di Kendal pada Oktober mendatang.

Sementara itu, setelah menyelesaikan rute dan kembali ke CUPS, para peserta tidak langsung membubarkan diri. Mereka menghabiskan waktu dengan nongkrong, makan dan minum, berdiskusi, serta menikmati musik DJ yang menjadi bagian dari suasana penutup kegiatan.

Hasib berharap Wonosobo Last Friday Ride dapat terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang tertarik menggunakan sepeda.

“Mungkin harapan ke depan komunitas ini tetap solid, tetap berjalan, tidak ada matinya. Terus yang kedua, mungkin masyarakat lebih sadar dan jangan malulah untuk bersepeda. Karena bersepeda itu juga untuk menyehatkan, investasi jangka panjang untuk masa tua. Di samping itu juga bisa hemat BBM,” katanya.

Ia juga berharap keberadaan pesepeda semakin dihormati oleh pengguna jalan lainnya, termasuk kendaraan bermotor.

“Masyarakat lebih menghormati pengguna sepeda. Kepada siapa pun yang berkendara dengan sepeda motor, baik mobil, terutama sepeda, memang harus saling menghormati,” pungkasnya. (Aris)