25 September 2026

Mencari Pemimpin MUI Ogan Ilir yang Dekat, Adil, dan Berani

Oleh Sudarta Salman

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Ilir

KoranRakyat.co.id —-Menjelang Musda IV MUI Kabupaten Ogan Ilir yang akan dilaksanakan Sabtu, 26 September 2026 di Universitas Al-Quran Al-Ittifaqiah Indralaya, pandangan kita tidak perlu tertuju pada nama-nama tokoh. Yang jauh lebih penting adalah kriteria pemimpin yang akan kita pilih.

Siapa pun nanti yang terpilih, ia harus memenuhi standar berikut ini:

Pemimpin yang Merangkul Semua, Kecil Maupun Besar

MUI adalah rumah bersama seluruh umat Islam di Ogan Ilir. Tidak boleh ada Ormas yang merasa “lebih diutamakan”, dan tidak boleh ada yang merasa “tidak dianggap”. Pemimpin yang kita pilih harus mampu menjadi pelindung sekaligus pemersatu bagi semua elemen: ormas yang sudah dikenal luas, maupun kelompok-kelompok kecil yang turut menjaga keislaman di desa-desa.

Kepemimpinan yang sehat adalah yang membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin berkontribusi, tanpa memandang besar kecilnya organisasi. Semua punya tempat, semua punya suara.

Bekerja untuk Umat, Bukan untuk Jabatan

Kita tidak membutuhkan pemimpin yang sekadar “duduk di kursi” dan mencari nama. Yang kita butuhkan adalah mereka yang hadir, mendengar, dan menyelesaikan masalah. Jabatan di MUI adalah amanah pelayanan, bukan gelar untuk dipajang.

Pemimpin yang benar adalah yang bertanya: “Apa yang bisa saya berikan untuk umat?” — bukan: “Apa yang saya dapat dari posisi ini?”. Ia turun ke tengah masyarakat, tahu apa yang dirasakan warga, dan berjuang menjawab kebutuhan mereka.

Semua Arus Utama Harus Terwakili

Kekuatan MUI ada pada kebersamaan. Dalam kepengurusan mendatang, seluruh ormas Islam yang tumbuh dan berkembang di Ogan Ilir harus mendapat tempat yang layak di jajaran pengurus inti. Tidak boleh ada yang tersisih. Ketika semua elemen duduk bersama, keputusan yang diambil akan lebih adil, lebih bijak, dan lebih didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ini bukan soal pembagian kursi, melainkan jaminan bahwa suara seluruh umat akan didengar dan diwakili.

Bermitra yang Setara: Mendukung, Mengingatkan, Menegur

Hubungan MUI dengan Pemerintah Daerah harus terjalin dengan baik, namun tidak boleh melebur sehingga kehilangan jati diri. Sebagai mitra, MUI mendukung kebijakan yang membawa kemaslahatan. Tetapi jika ada hal yang kurang tepat, yang tidak sejalan dengan nilai syariat dan keadilan, MUI harus berani mengingatkan — dengan sopan, tegas, dan terbuka.

Pemimpin yang kita pilih tidak boleh diam saja demi kenyamanan. Ia harus memiliki keberanian moral untuk menyampaikan kebenaran, baik saat dipuji maupun saat tidak disukai pihak tertentu. Itulah wajah MUI yang sesungguhnya: penjaga nilai, penasihat yang jujur, dan pelindung umat.

Musda ini bukan sekadar memilih orang baru. Ini adalah menentukan arah MUI Ogan Ilir lima tahun ke depan. Mari kita pilih pemimpin yang adil kepada semua, tulus melayani, mengakui keberadaan seluruh ormas, dan berani berdiri tegak demi kebenaran — baik di hadapan umat maupun di hadapan pemerintah.

Semoga hasil Musda nanti melahirkan kepemimpinan yang dicintai rakyat, dirindukan kehadirannya, dan dihormati karena kejujurannya. (*)