Bikin Kostum Angewomon Sendiri, Aranimon Raih Best Costume di Asobo Matsuri

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Bagi Anindita Resti, cosplay bukan sekadar mengenakan kostum karakter anime. Hobi yang telah ditekuninya sejak 2012 itu menjadi ruang untuk berkarya sekaligus mengekspresikan diri.
Hal tersebut kembali ia tunjukkan dalam Asobo Matsuri, event Jejepangan pertama di Wonosobo yang digelar di Le Coffee, Minggu (20/9/2026). Membawakan karakter Angewomon dari serial Digimon, Anindita yang dikenal dengan nama Aranimon berhasil meraih penghargaan Best Costume dalam Coswalk Competition.
Kehadiran Asobo Matsuri menjadi pengalaman tersendiri bagi Aranimon. Selama menekuni cosplay, ia lebih banyak mengikuti kegiatan di luar Wonosobo, baik sebagai peserta maupun MC, juri, dan talent dalam sejumlah event di Yogyakarta, Semarang, Tegal, dan daerah lainnya.

Karena itu, kesempatan tampil dalam event Jejepangan yang digelar di kota sendiri disambut antusias. Terlebih, Asobo Matsuri menjadi gelaran pertama yang secara khusus menghadirkan berbagai kegiatan Jejepangan di Wonosobo.
“Event Jejepangan pertama di Wonosobo, tapi udah sesukses ini. Keren,” ujar Aranimon.
Untuk penampilannya kali ini, Aranimon memilih karakter Angewomon. Berbeda dengan sekadar mengenakan kostum yang sudah jadi, ia membuat sendiri kostum dan properti yang digunakan dalam kompetisi.
Persiapannya dilakukan sekitar satu minggu. Dalam waktu tersebut, ia mengerjakan berbagai bagian kostum, mulai dari membuat suit hingga properti pendukung karakter.
“Aku tuh sebenarnya udah bisa bikin kostum sendiri. Jadi aku bikin sendirinya itu dari persiapannya satu minggu, dari bikin suit-nya, aku bikin propertinya dan lainnya,” katanya.
Untuk material kostum dan properti tersebut, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Biaya itu belum termasuk tenaga karena seluruh proses pengerjaan dilakukan sendiri.
Hasilnya, penampilan Aranimon sebagai Angewomon berhasil mendapatkan penghargaan Best Costume. Ia membawa pulang plakat serta uang pembinaan dari kompetisi tersebut.

Bagi Aranimon, hadirnya Asobo Matsuri tidak hanya menjadi panggung untuk berkompetisi. Event tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat Wonosobo yang memiliki berbagai macam hobi untuk bertemu dan menunjukkan karya mereka.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan berkembang sehingga semakin banyak ruang positif bagi anak muda maupun komunitas untuk berkarya.
“Pokoknya stay tune aja, tetap dilanjutin, tetap berkarya. Aku seneng banget sih ada hal-hal kayak gini. Kegiatannya juga positif banget, menampung hobi orang juga oke banget,” ujarnya.
Bagi Aranimon, dunia cosplay juga menjadi bagian dari kebebasan seseorang dalam mengekspresikan diri. Ia berharap masyarakat dapat lebih terbuka terhadap berbagai bentuk hobi dan tidak mudah merendahkan sesuatu yang dianggap berbeda.
“Let’s respect each other aja,” katanya.
Setelah lebih dari satu dekade menekuni cosplay, Aranimon masih ingin terus mengembangkan hobinya. Ia bahkan memiliki harapan untuk suatu saat dapat membawa karya cosplay-nya hingga ke panggung internasional. (Aris)

