Gubernur Herman Deru Simak Pidato Presiden: 21 Bulan Pemerintah Fokus Tuntaskan Persoalan Bangsa

Palembang|KoranRakyat.co.id –– Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyimak langsung Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pidato tersebut disimak secara virtual dari Palembang, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan masa jabatannya. Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah menuntaskan berbagai persoalan bangsa sekaligus menjalankan perintah dasar Undang-Undang.

“Pertama, bekerja untuk melaksanakan perintah dasar Undang-Undang, menjaga dan menjalankan kepentingan nasional yang vital. Mengelola dan menjaga sebaik-baiknya kekayaan alam Indonesia untuk kemakmuran. Mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Presiden.
Prabowo mengakui bahwa belum seluruh janji pemerintah dapat ditunaikan. Namun, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, pemerintah telah melahirkan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“Artinya, setiap lima hari kita melahirkan kebijakan transformatif. Ini bukti kesungguhan pemerintah dalam memimpin. Tugas dari rakyat adalah sebuah kemuliaan. Kita akan bekerja keras dan habis-habisan untuk rakyat,” ujarnya.
Sejumlah capaian utama turut disoroti Presiden, salah satunya di sektor pangan. Pemerintah disebut berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun. Di tengah ancaman El Nino, ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan sebesar 20 persen untuk pertama kalinya. Kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan produksi dan keuntungan PT Pupuk Indonesia yang disebut meningkat hingga 252,8 persen. “Kita telah swasembada delapan komoditas pangan, di antaranya beras, daging ayam, gula konsumsi, jagung, telur ayam, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit,” lanjut Prabowo.
Di sektor energi, pemerintah juga telah memulai program swasembada energi melalui penerapan B50 berbasis kelapa sawit. Program tersebut disebut mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun.

Presiden juga menyampaikan bahwa sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial (bansos), dan hilirisasi, kini telah berjalan dan tidak lagi sebatas rencana di atas kertas.
“Ini adalah rangsangan untuk bekerja lebih keras. Sebab, kemerdekaan bukan untuk dirayakan saja, tetapi bagaimana mewujudkannya,” kata Prabowo.
Dalam bidang legislasi, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah bersama DPR telah menyelesaikan 13 rancangan undang-undang (RUU). Sementara itu, sebanyak 10.883 aspirasi dari 38 provinsi telah dihimpun DPD RI sebagai bahan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
Di tengah gejolak ekonomi global, ekonomi Indonesia juga disebut masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen.
Presiden kemudian menutup pidatonya dengan menegaskan pentingnya reformasi birokrasi dan efisiensi pemerintahan. Salah satunya melalui penyederhanaan regulasi di sektor pupuk, dari sebelumnya 145 aturan menjadi hanya satu aturan.
Prabowo juga menyampaikan bahwa sebanyak 290 BUMN telah ditutup, sementara 279 BUMN produktif dipertahankan. Kebijakan tersebut disebut mampu menghasilkan penghematan biaya overhead hingga Rp50 triliun per tahun. (*)
