21 Mei 2026

Herman Deru : Tanjung Carat Jadi Gerbang Ekspor Baru dan Solusi Kemacetan Logistik Palembang  

Palembang|KoranRakyat.co.id –– Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menerima jajaran PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang dipimpin Direktur Komersial Farid Padang di ruang tamu Gubernur Sumsel, Rabu (20/5/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang diproyeksikan menjadi pelabuhan internasional sekaligus gerbang ekspor baru Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas ekspor-impor Sumsel agar lebih terintegrasi, efisien, dan tidak lagi membebani lalu lintas perkotaan di Palembang.

ist

Menurut Herman Deru, keberadaan pelabuhan di tengah kota selama ini menyebabkan kepadatan arus kendaraan logistik, khususnya truk angkutan berat, sehingga perlu solusi jangka panjang yang berpihak kepada masyarakat.

“Persoalan kita adalah padatnya lalu lintas. Hanya Palembang yang pelabuhannya berada di tengah kota. Ini bukan salah Pelindo, tetapi kenyataannya kondisi semakin padat. Kita tidak akan menutup pelabuhan, tetapi aktivitas truk jangan lagi melewati tengah kota,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sumsel tidak akan menghentikan operasional pelabuhan eksisting seperti Boom Baru maupun Sungai Lais. Namun, aktivitas logistik di kawasan perkotaan harus mulai dibatasi demi keselamatan, kenyamanan, dan estetika kota. “Kita ingin percepatan Tanjung Carat ini terealisasi agar aktivitas logistik tidak lagi terpusat di tengah kota. Dukungan terhadap pelabuhan lama tetap ada, tetapi aktivitas nonpelabuhan dan lalu lintas truknya yang akan diperketat,” tegasnya.

ist

Selain sebagai solusi logistik, Herman Deru juga menilai pembangunan Tanjung Carat memiliki nilai kemanusiaan karena akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat perkotaan. “Namun, untuk Tanjung Carat ini ceritanya sedikit berbeda. Selain membuka gerbang ekspor, sejak awal saya juga memikirkan aspek kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Pelindo, Farid Padang, menyampaikan komitmen Pelindo dalam mendukung percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Menurutnya, konsep pengembangan kawasan tersebut akan mengintegrasikan kawasan industri dengan pelabuhan sebagaimana model pelabuhan modern di berbagai daerah.

Farid menegaskan pembangunan Tanjung Carat bukan untuk mematikan pelabuhan lama, melainkan memperkuat konektivitas antarpelabuhan melalui sistem feeder. “Jangan sampai pelabuhan lama dimatikan. Boom Baru tetap menjadi feeder yang mendukung Tanjung Carat. Banyak contoh di luar negeri, pelabuhan baru justru berkembang karena didukung pelabuhan eksisting yang terintegrasi,” jelasnya.

ist

Dalam skema tersebut, Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi gerbang utama ekspor, sementara pelabuhan eksisting berfungsi sebagai pendukung dan pengumpul barang sebelum diteruskan ke pelabuhan utama.

Pelindo juga berharap dapat dilibatkan secara penuh dalam pengelolaan dan operasional Pelabuhan Tanjung Carat serta siap mendukung berbagai kebutuhan percepatan pembangunan yang diperlukan pemerintah daerah. “Kami siap mendukung percepatan pembangunan, termasuk hal-hal yang diperlukan di lokasi eksisting maupun pengembangan operasional ke depan,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Gubernur Sumsel, Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., Direktur Strategi dan Komersial PT Pelindo Jasa Maritim, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara, Group Head Pemasaran dan Aliansi Bisnis PT Pelindo, Fahrus Salam, Plt Executive Director 2 Regional 2 PT Pelindo, Budi Prasetio, Department Head Ekosistem Industri Penunjang Pelabuhan PT Pelindo, Dewa Cipta Hari, serta General Manager PT Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam. (*)