Libatkan 130 Peserta, Wonosobo Expo UMKM 2026 Dorong Daya Saing dan Kolaborasi Pelaku Usaha

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Wonosobo Expo UMKM 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal di Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Adipura pada Kamis (23/4/2026) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan expo ini selaras dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia serta Bangga Berwisata di Indonesia, sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan produk unggulan daerah dan memperluas jangkauan promosi ekonomi lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita membangun zona terpadu promosi potensi daerah, memperkuat branding Kabupaten Wonosobo sebagai daerah dengan kekuatan ekonomi kerakyatan, serta membuka peluang kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat,” ujar Afif.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan perkembangan sektor koperasi dan UMKM di Wonosobo yang menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, tercatat 265 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk, dengan 44 di antaranya aktif. Infrastruktur pendukung juga terus dibangun, dengan 15 gedung telah berdiri dan 153 lainnya masih dalam proses. Selain itu, sebanyak 96 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan jumlah anggota mencapai 6.800 orang.
Di sektor UMKM, hingga Maret 2026 terdapat 40 pelaku usaha yang telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sementara itu, hingga 2025 sebanyak 19.073 UMKM telah memperoleh sertifikasi halal melalui mekanisme self-declare.
Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, serta inovasi dalam pemasaran tetap menjadi kunci agar UMKM mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Pandangan serupa disampaikan Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Koperasi RI, Fiter Baresman Silaen, yang menekankan pentingnya digitalisasi bagi pelaku UMKM. Ia menilai perkembangan teknologi telah membuka peluang pasar tanpa batas geografis.
“Digitalisasi menjadi keharusan. Pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital agar tidak tertinggal. Tantangan utama saat ini adalah menemukan pasar yang tepat, dan itu bisa dibantu melalui pemanfaatan teknologi,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menggelar expo sebagai sarana promosi sekaligus edukasi bagi pelaku usaha. Menurutnya, kegiatan ini berperan penting dalam meningkatkan literasi, memperluas wawasan, serta memperkuat kapasitas UMKM agar dapat berkembang ke level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Wonosobo, Achmad Fathoni, menyampaikan bahwa Wonosobo Expo 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, hingga dunia usaha dan komunitas kreatif.
“Expo ini tidak hanya menjadi sarana pameran, tetapi juga momentum memperkuat identitas Wonosobo sebagai daerah dengan produk lokal yang inovatif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang investasi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing UMKM baik di tingkat regional maupun nasional. Momentum pasca Lebaran juga dinilai strategis untuk mendorong peningkatan omzet melalui promosi langsung kepada masyarakat.
Wonosobo Expo 2026 diselenggarakan selama empat hari, mulai 23 hingga 26 April 2026, pukul 10.00–21.00 WIB. Beragam agenda turut meramaikan kegiatan ini, mulai dari Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, workshop UMKM, sosialisasi program unggulan, edukasi digitalisasi, hingga pertunjukan seni dan budaya.
“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Wonosobo optimis kegiatan ini mampu menjadi pengungkit nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, expo menghadirkan 130 stan pameran yang diikuti oleh koperasi, pelaku UMKM, pelaku usaha disabilitas, instansi pemerintah, BUMN/BUMD, serta peserta dari berbagai daerah. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

